Rabu 27 Oktober 2021, 21:04 WIB

AS Kritik Keras, Israel Lanjutkan Pembangunan 3.000 Rumah di Palestina

Mediaindonesia.com | Internasional
AS Kritik Keras, Israel Lanjutkan Pembangunan 3.000 Rumah di Palestina

AFP/Ahmad Gharabli.
Permukiman Israel di Efrat di pinggiran selatan Betlehem di Tepi Barat yang diduduki.

 

ISRAEL tetap maju dengan rencana pembangunan lebih dari 3.000 rumah pemukim di Tepi Barat, Palestina, yang diduduki pada Rabu (27/10). Padahal Amerika Serikat dengan tegas mengkritik konstruksi tersebut.

"Komite Perencanaan Tinggi Administrasi Sipil memberikan lampu hijau final untuk 1.800 rumah dan persetujuan awal untuk 1.344 lain," kata juru bicara badan militer yang mengawasi masalah sipil di wilayah Palestina kepada AFP.

Persetujuan itu datang sehari setelah Amerika Serikat mengkritik Israel karena kebijakannya membangun permukiman. Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan sangat menentang pembangunan baru di Tepi Barat.

Posisi pemerintahan Biden dalam masalah ini sangat kontras dengan pendahulunya Donald Trump. Kepresidenan masa Trump melihat AS menawarkan lampu hijau untuk aktivitas Israel di tanah Palestina yang diduduki.

Rumah-rumah yang disetujui pada Rabu tersebar di Tepi Barat, dari pinggiran kota Jerusalem ke lingkungan permukiman baru jauh di dalam wilayah tersebut. Kementerian Perumahan Israel secara terpisah pada Minggu menerbitkan tender untuk membangun 1.355 rumah baru di Tepi Barat.

Baca juga: AS Kecam Israel Atas Pembangunan Baru di Tepi Barat

Sekitar 475.000 orang Yahudi Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat. Permukiman itu dianggap ilegal menurut hukum internasional karena berada di tanah yang diklaim Palestina sebagai bagian dari negara masa depan mereka. Ekspansi pemukiman Israel di Tepi Barat dan Jerusalem timur yang dianeksasi terus berlanjut di bawah setiap pemerintahan Israel sejak 1967. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Handout / Rappler News

Pemerintah Filipina Larang Ressa ke Oslo untuk Terima Nobel Perdamaian

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 12:30 WIB
Ressa, salah satu pendiri laman daring berita Rappler, bersama wartawan Rusia Dmitry Muratov diganjar Nobel Perdamaian, Oktober lalu, atas...
AFP/Michele Spatari

Afrika Selatan Sebut Larangan Perjalanan tidak Adil

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:49 WIB
Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla menuding para pemimpin dunia tengah mencari kambing hitam atas meningkatnya kasus covid-19 di...
AFP/Saeed Khan

Australia Larang Penerbangan dari Selatan Afrika karena Varian Omicron

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:23 WIB
Ada kekhawatiran varian Omicron itu lebih mudah ditularkan atau membuat vaksin yang ada saat ini tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya