Selasa 26 Oktober 2021, 22:12 WIB

Eks Pejabat Intelijen Saudi Tuduh MBS Ingin Bunuh Raja Abdullah

Mediaindonesia.com | Internasional
Eks Pejabat Intelijen Saudi Tuduh MBS Ingin Bunuh Raja Abdullah

AFP/Bandar Al-Jaloud.
Mohammed bin Salman.

 

SEORANG mantan pejabat senior intelijen Arab Saudi menuduh Putra Mahkota Mohammed bin Salman pernah membual bahwa dia bisa membunuh mendiang Raja Abdullah untuk membuka jalan bagi ayahnya naik takhta.

Dalam wawancara dengan CBS pada acara 60 Minutes, Minggu (24/10), Saad al-Jabri menggambarkan penguasa de facto Arab Saudi sebagai pembunuh psikopat di Timur Tengah dengan sumber daya yang tak terbatas. Jabri menuduh bahwa Pangeran Mohammed, juga dikenal sebagai MBS, menyarankan untuk membunuh raja selama pertemuan pada 2014 dengan kepala intelijen saat itu Pangeran Mohammed bin Nayef.

"Dia mengatakan kepadanya, 'Saya ingin membunuh Raja Abdullah. Saya mendapatkan cincin racun dari Rusia. Cukup bagi saya untuk berjabat tangan dengannya dan dia akan selesai,'" kata Jabri mengenang ucapan MBS sebagaimana dikutip dari Al-Monitor.

Ayah putra mahkota, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, naik takhta pada 2015 setelah saudara tirinya, Raja Abdullah, meninggal karena sebab alami. Jabri menambahkan bahwa tidak jelas MBS hanya membual atau tidak tentang cincin racun. Intelijen Saudi, bagaimana pun, menanggapi komentarnya dengan serius, katanya.

Mantan pejabat Saudi, yang kini tinggal di pengasingan di Kanada, mengatakan bahwa rekaman video pertemuan antara kedua pangeran itu ada. Dia juga mengancam akan merilis video terpisah yang katanya akan mengungkap rahasia kerajaan lain.

Wawancara pada Minggu itu merupakan yang pertama bagi Jabri sejak melarikan diri dari Arab Saudi. Dalam suatu pernyataan, Kedutaan Besar Saudi di Washington menggambarkan Jabri sebagai mantan pejabat pemerintah yang didiskreditkan dengan sejarah panjang pemalsuan.

Jabri mengklaim pangeran berusia 36 tahun itu berusaha membunuhnya di Kanada. Dalam gugatan federal, Jabri menuduh bahwa MBS mengirim tim pembunuhan enam orang ke Ottawa pada 2018 tetapi kelompok Saudi dideportasi setelah tiba di bandara.

Jabri mengatakan insiden itu terjadi hanya beberapa minggu setelah pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 di Konsulat Saudi di Istanbul. Pemerintah Saudi menyangkal keterlibatan MBS, tetapi pada Februari, pemerintahan Biden merilis laporan intelijen yang tidak diklasifikasikan yang menyimpulkan bahwa Pangeran Mohammed kemungkinan telah menyetujui operasi tersebut.

Selama wawancara CBS, Jabri juga meminta Washington untuk membantu mengamankan pembebasan dua anak dewasanya yang dipenjara tahun lalu karena diduga merencanakan untuk melarikan diri dari kerajaan dan mencuci uang. Jabri yakin Riyadh menahan putranya Omar dan putrinya Sarah dalam upaya untuk memaksanya kembali ke negara itu.

Baca juga: Mantan Mata-Mata Saudi Tuding MBS Kirim Tim untuk Membunuhnya

"Saya harus angkat bicara. Saya memohon kepada rakyat Amerika dan pemerintah Amerika untuk membantu saya membebaskan anak-anak itu dan memulihkan hidup mereka," kata Jabri. (OL-14)

Baca Juga

AFP/SHAMIL ZHUMATOV

Rusia akan Terbangkan Miliarder Jepang ke ISS

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:15 WIB
Maezawa dan asistennya akan menghabiskan 12 hari di ISS dengan mendokumentasikan petualangan mereka di kanal Youtube milik Maezawa yang...
AFP/Handout / MYANMAR MINISTRY OF INFORMATION

Pengadilan Myanmar akan Jatuhkan Vonis Pertama dalam Persidangan Suu Kyi, Hari Ini

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:14 WIB
Jika terbukti bersalah, Suu Kyi dan Presiden Myanmar yang digulingkan Win Myint, masing-masing menghadapi hukuman penjara hingga lima...
AFP/Mahmud Hams.

Israel Bebaskan Tahanan Palestina setelah Akhiri Mogok Makan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:10 WIB
Aksi mogok makan menjadi hal biasa di antara para tahanan Palestina dan telah membantu mengamankan banyak konsesi dari otoritas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya