Sabtu 16 Oktober 2021, 15:43 WIB

Salah Sasaran, AS Tawarkan Kompensasi atas Tewasnya 10 Warga Afghanistan

Mediaindonesia.com | Internasional
Salah Sasaran, AS Tawarkan Kompensasi atas Tewasnya 10 Warga Afghanistan

AFP/Hoshang Hashimi.
Seorang kerabat Ezmarai Ahmadi berdiri di samping kendaraan yang hancur dalam serangan pesawat tak berawak AS di lingkungan Kwaja Burga.

 

AMERIKA Serikat menawarkan untuk membayar kompensasi yang belum ditentukan jumlahnya kepada kerabat dari 10 orang di Afghanistan, termasuk tujuh anak, yang terbunuh secara tidak sengaja dalam serangan pesawat tak berawak AS. Itu terjadi ketika pasukan Amerika hendak menyelesaikan penarikan tentara dan warga mereka.

Dalam suatu pernyataan, Jumat (15/10), Pentagon juga mengatakan sedang bekerja dengan Departemen Luar Negeri untuk merelokasi ke Amerika Serikat salah satu kerabat yang ingin meninggalkan Afghanistan yang dikuasai Taliban. Tawaran untuk orang-orang itu dibuat pada Kamis (14/10) dalam pertemuan antara Colin Kahl, wakil menteri pertahanan untuk kebijakan, dan Steven Kwon, pendiri dan presiden kelompok bantuan yang aktif di Afghanistan bernama Nutrition and Education International.

Organisasi itu mempekerjakan Ezmarai Ahmadi, yang salah diidentifikasi sebagai militan ISIS oleh intelijen AS pada 29 Agustus selama hari-hari terakhir evakuasi AS yang kacau dari Kabul. Intelijen AS melacak Toyota putihnya selama delapan jam sebelum menargetkan mobil dengan rudal. Ini menewaskan tujuh anak dan tiga orang dewasa, termasuk Ahmadi.

Komandan Komando Pusat AS Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan pada saat itu bahwa intelijen Amerika telah melihat kendaraan itu di suatu lokasi dalam Kabul yang telah diidentifikasi sebagai tempat para operator ISIS diyakini sedang mempersiapkan serangan di bandara Kabul. Tiga hari sebelumnya seorang pengebom bunuh diri ISIS-Khorasan telah membunuh banyak orang di bandara, termasuk 13 anggota militer AS.

Bulan lalu para pejabat AS mengakui serangan pesawat tak berawak itu merupakan kesalahan. Dalam pertemuan Kamis, "Dr Kahl mencatat bahwa serangan itu merupakan kesalahan tragis serta Ezmarai Ahmadi dan orang lain yang tewas ialah korban yang tidak bersalah yang tidak bersalah dan tidak berafiliasi dengan ISIS-K atau ancaman terhadap pasukan AS," kata pernyataan yang dikaitkan dengan juru bicara Departemen Pertahanan John Kirby.

"Dr Kahl menegaskan kembali komitmen Menteri Pertahanan Lloyd Austin kepada keluarga, termasuk menawarkan pembayaran belasungkawa ex gratia," tambahnya tanpa mengatakan jumlah uang yang ditawarkan. Bulan lalu kerabat dari orang-orang yang tewas dalam serangan itu menuntut kompensasi dan permintaan maaf secara langsung.

Austin telah meminta maaf atas serangan yang gagal. Namun, keponakan Ahmadi yang berusia 22 tahun, Farshad Haidari, mengatakan itu tidak cukup. "Mereka harus datang ke sini dan meminta maaf kepada kami secara langsung," katanya kepada AFP di rumah sederhana yang dibom di Kwaja Burga, lingkungan padat penduduk di Kabul.

Haidari, yang saudara laki-lakinya Naser dan sepupu mudanya juga tewas dalam ledakan itu, mengatakan pada 18 September bahwa AS tidak melakukan kontak langsung dengan keluarga tersebut. 

Baca juga: ISIS Klaim Dalangi Bom Masjid Syiah di Kandahar Afghanistan

Dalam pertemuan Kamis kepala NEI Kwon berbicara tentang Ahmadi bekerja dengan organisasi bantuan itu. "Selama bertahun-tahun, ia memberikan perawatan dan bantuan penyelamatan jiwa bagi orang-orang yang menghadapi tingkat kematian yang tinggi di Afghanistan." (AFP/OL-14)

Baca Juga

Ilustrasi

Australia Deteksi Infeksi Omicron untuk Pertama Kalinya

👤 Nur Aivanni  🕔Minggu 28 November 2021, 14:19 WIB
NSW Health mengatakan bahwa kedua penumpang itu berasal dari Afrika selatan dan tiba di Australia dengan penerbangan Qatar Airways melalui...
Ilustrasi

Polisi Tiongkok Tangkap Narapidana Korea Utara yang Buron

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 28 November 2021, 13:19 WIB
Tahanan berusia 39 tahun, yang diidentifikasi dengan nama Tiongkok Zhu Xianjian, dipenjara di Tiongkok setelah melarikan diri dari Korea...
nytimes.com

AS Puji Afrika Selatan yang Cepat Deteksi Varian Baru Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 28 November 2021, 13:06 WIB
Amerika Serikat, pada Sabtu, memuji Afrika Selatan karena dengan cepat mengidentifikasi strain baru covid yang disebut omicron dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya