Sabtu 16 Oktober 2021, 15:43 WIB

ISIS Klaim Dalangi Bom Masjid Syiah di Kandahar Afghanistan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
ISIS Klaim Dalangi Bom Masjid Syiah di Kandahar Afghanistan

AFP/Javed Tanveer.
Pria Afghanistan berkumpul di masjid Syiah, Kandahar, 15 Oktober 2021, setelah serangan bom bunuh diri selama salat Jumat.

 

KELOMPOK ISIS pada Sabtu (16/10) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di masjid Syiah dalam kota Kandahar, Afghanistan selatan. Serangan itu menewaskan sedikitnya 41 orang dan melukai puluhan lain.

Serangan Jumat itu terjadi hanya seminggu setelah serangan lain yang diklaim ISIS terhadap jemaah Syiah di masjid dalam kota utara Kunduz yang menewaskan lebih dari 60 orang. Dalam pernyataan yang dirilis di saluran Telegram, kelompok jihad itu mengatakan dua pengebom bunuh diri ISIS-Khorasan (ISIS-K) melakukan serangan terpisah di berbagai bagian masjid di Kandahar--jantung spiritual Taliban--saat jemaah salat.

Kelompok itu, saingan sengit dari sesama gerakan Islam Suni Taliban, yang kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus ketika Amerika Serikat dan sekutunya mundur, menganggap Muslim Syiah sebagai pelaku bidah. Perusahaan analisis konflik yang berbasis di Inggris, ExTrac, mengatakan serangan Jumat merupakan yang pertama oleh ISIS-K di Kandahar dan pembantaian korban massal keempat sejak Taliban merebut Kabul.

Peneliti ExTrac, Abdul Sayed, mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu menantang klaim Taliban yang memegang kendali di negara itu. "Jika Taliban tidak dapat melindungi Kandahar dari serangan ISIS-K, bagaimana mereka bisa melindungi seluruh negeri?"

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Washington mengutuk serangan itu dan mengulangi seruan agar Taliban memenuhi komitmen yang telah dibuatnya untuk kontraterorisme, khususnya menghadapi ancaman bersama dari ISIS-K. "Kami bertekad untuk memastikan bahwa tidak ada kelompok yang dapat lagi menggunakan tanah Afghanistan sebagai landasan peluncuran serangan ke Amerika Serikat atau negara lain."

Misi PBB di Afghanistan dalam suatu tweet juga mengutuk kekejaman terbaru yang menargetkan lembaga agama dan jemaah. "Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban."

Baca juga: Tembakan Awali Bom Bunuh Diri saat Salat Jumat Masjid Syiah Afghanistan

Taliban, yang menguasai Afghanistan setelah menggulingkan pemerintah yang didukung AS, memiliki sejarahnya sendiri dalam menganiaya kaum Syiah. Tetapi pemerintahan baru yang dipimpin Taliban telah berjanji untuk menstabilkan negara itu, dan setelah serangan Kunduz berjanji untuk melindungi minoritas Syiah yang sekarang hidup di bawah kekuasaannya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

ISAAC LAWRENCE / AFP

Jumlah Jurnalis Dipenjara Capai Rekor Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 09 Desember 2021, 17:38 WIB
Direktur Eksekutif Committee to Protect Journalists, Joel Simon mengatakan bahwa memenjarakan para jurnalis karena melaporkan berita adalah...
Solan KOLLI / AFP

PBB Hentikan Pemberian Bantuan di Ethiopia akibat Penjarahan Massal

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 09 Desember 2021, 17:14 WIB
PBB menangguhkan distribusi bantuan di Kota Kombolcha, wilayah utara Ethiopia setelah terjadi penjarahan massal gudang-gudangnya...
Ted ALJIBE / AFP

Filipina Larang Perjalanan dari Prancis Mulai 13 Desember

👤 Nur Aivanni 🕔Kamis 09 Desember 2021, 16:54 WIB
Filipina akan melarang perjalanan dari Prancis mulai 13 Desember 2021 untuk membendung penyebaran varian virus korona...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya