Rabu 13 Oktober 2021, 18:38 WIB

Korsel Bentuk Panel Bahas Strategi "Hidup Bersama Covid-19"

Mediaindonesia.com | Internasional
Korsel Bentuk Panel Bahas Strategi "Hidup Bersama Covid-19"

AFP/Jung Yeon-je
Ilustrasi

 

Korea Selatan pada Rabu (13/10) membentuk panel untuk membahas strategi tentang bagaimana "hidup bersama covid-19" dalam jangka panjang.

Panel dibentuk pada saat negara itu berusaha menghapus pembatasan dan membuka kembali bisnis ketika tingkat vaksinasi terus meningkat.

Dengan strategi itu, pembatasan akan dilonggarkan bagi penduduk yang sudah divaksin penuh, kata kementerian kesehatan pekan lalu.

Kemenkes juga mengatakan pasien covid-19 berusia di bawah 70 tahun yang tanpa gejala atau bergejala ringan akan diminta mengisolasi diri di rumah.

Menurut kantor berita Yonhap, pemerintah juga akan fokus pada jumlah kasus rawat inap dan kematian ketimbang kasus infeksi harian. Angka kematian juga tidak akan dipublikasikan setiap hari.

"Kami akan memperlakukan covid-19 sebagai penyakit infeksi terkendali dan tak lagi menakutkan, dan (kami akan) mengembalikan rutinitas warga secara penuh," kata Perdana Menteri Kim Boo-kyum dalam pertemuan pertama komite panel, Rabu (13/10).

Dia menambahkan kewajiban penggunaan masker belum akan dicabut dalam waktu dekat berdasarkan kebijakan baru itu.

Korsel tak pernah menerapkan lockdown total tapi masih memberlakukan pembatasan sosial terketat sejak Juli.

Pembatasan itu mencakup aturan jam buka restoran, kafe, sauna, dan tempat kebugaran dalam ruang, juga larangan kumpul-kumpul lebih dari dua orang setelah pukul 18.00 di Seoul dan sekitarnya.

Aturan jam operasional telah menghantam parah kalangan bisnis, terutama usaha pribadi dan skala kecil di negara itu.

Rencana melakukan strategi baru itu muncul ketika vaksinasi berkembang pesat setelah sebelumnya terkendala oleh langkanya pasokan.

Korsel telah menyuntikkan sedikitnya satu dosis vaksin covid-19 pada 78,1 persen populasi, sedangkan vaksinasi lengkap mencapai 60,7 persen.

Pada September, pemerintah mengumumkan rencana kembali ke kehidupan normal mulai November saat 70 persen dari 52 juta penduduknya diprediksi telah divaksin lengkap.

Korsel berhasil menjaga angka kasus rawat inap dan kematian akibat covid-19 tetap rendah. Hingga Selasa, ada 359 kasus rawat inap dan 0,78 persen tingkat kematian, menurut data pemerintah.

Negara itu melaporkan 1.584 kasus baru pada Selasa. Total kasus menjadi 335.742 dengan 2.605 kematian. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Biro Pers Setpres

Presiden Sesali Rivalitas Antarnegara di Masa Pandemi

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:32 WIB
Jokowi menyebut ada sejumlah negara yang justru menjalankan agenda yang memicu...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Bubarkan Festival Palestina yang Didukung UNDP

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 21:39 WIB
Festival tiga hari yang dijadwalkan di Rumah Abraham untuk peziarah agama dengan pertunjukan oleh kelompok seni...
AFP/Abbas Momani.

Jerman Prihatin Israel Cap Kelompok Sipil Palestina sebagai Teroris

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 21:17 WIB
Penempatan kelompok itu dalam daftar teror akan memiliki implikasi politik, hukum, dan keuangan yang luas bagi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya