Rabu 13 Oktober 2021, 17:56 WIB

PBB: Korea Utara Paling Rentan Alami Kelaparan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
PBB: Korea Utara Paling Rentan Alami Kelaparan

AFP
Potret warga Korea Utara berbelanja di supermarket sebelum pandemi covid-19.

 

PAKAR Hak Asasi Manusia (HAM) PBB memperingatkan bahwa Korea Utara paling rentan mengalami kelaparan. Apalagi, ekonomi negara tersebut semakin memburuk akibat pembatasan di tengah pandemi covid-19, serta sanksi PBB terhadap program nuklir.

Negara miskin itu mulai melakukan pembatasan untuk melindungi diri dari covid-19 sejak awal tahun. Perekonnomian Korea Utara pun mengalami pelemahan. Begitu juga aktivitas perdagangan dengan mitra utama, seperti Tiongkok.

Pada Juni lalu, KCTV yang dikelola pemerintah, mengakui bahwa Korea Utara tengah menghadapi krisis pangan. Negara itu membunyikan alarm peringatan dengan sektor pertanian yang hampir kritis. Adapun Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan persoalan pangan semakin parah.

Baca juga: WHO Kirim Bantuan Medis Penanganan Covid-19 untuk Korea Utara

“Warga Korea Utara biasa berjuang setiap hari untuk menjalani kehidupan yang bermartabat. Situasi kemanusiaan yang memburuk dapat berubah menjadi krisis,” ujar pelapor khusus PBB untuk HAM, Tomas Ojea Quintana, Rabu (13/10).

Pyongyang berada di bawah serangkaian sanksi internasional atas program nuklir dan rudal balistik. Quintana menilai pembatasan di Korea Utara harus dilonggarkan untuk melindungi warga yang rentan kelaparan.

Baca juga: Korea Utara Kembali Lakukan Uji Coba Rudal Kedua

"Anak-anak dan orang tua yang paling rentan berisiko kelaparan. Sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB juga harus. Bila perlu, memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan penyelamatan jiwa,” imbuhnya.

Laporan tersebut muncul sekitar tiga bulan setelah FAO menyatakan bahwa Korea Utara menghadapi krisis pangan sekitar 860.000 ton pada tahun ini. Di lain sisi, Pyongyang semakin menjauh dari pembicaraan tentang program nuklir.

Tepatnya, sejak runtuhnya pertemuan puncak kedua antara Kim dan Presiden Amerika Serikat (AS), yang saat itu masih dijabat oleh Donald Trump. Di bawah kepemimpinan Joe Biden, AS berulang kali menyatakan kesediaan untuk bertemu dengan perwakilan Korea Utara, khususnya terkait upaya denuklirisasi.(Straitstimes/OL-11)

Baca Juga

AFP/Mohammed Abed.

Israel akan Tambah 3.000 Izin lagi bagi Pedagang Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 22:26 WIB
Badan Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab untuk urusan sipil di wilayah Palestina, COGAT, mengatakan jumlah izin pedagang...
AFP/Khalil Mazraawi.

Didera Isu Korupsi, Ikhwanul Muslimin bakal Terpecah Menjadi Dua?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:49 WIB
Mounir menunjuk Osama Suleiman dan Sohaib Abdel-Maqsoud yang berbasis di London sebagai juru bicara kelompok...
AFP/Joseph Prezioso.

Bulan Depan, AS Suntik Vaksin Covid-19 kepada Anak Usia 5-11

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:21 WIB
Tim ahli CDC akan bertemu pada 2-3 November mendatang. Badan tersebut diharapkan untuk membuat rekomendasi segera...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya