Sabtu 09 Oktober 2021, 20:54 WIB

Xi Jinping Serukan Reunifikasi Taiwan saat Peringatan Revolusi 1911

Mediaindonesia.com | Internasional
Xi Jinping Serukan Reunifikasi Taiwan saat Peringatan Revolusi 1911

AFP/NOEL CELIS
Presiden Tiongkok Xi Jinping

 

Presiden Tiongkok Xi Jinping kembali menyerukan reunifikasi Taiwan saat dia menyampaikan pidato pada peringatan Revolusi 1911 di Balai Agung Rakyat, Beijing, Sabtu (9/10).

"Persoalan Taiwan akibat dari kelemahan dan kekacauan bangsa Tiongkok dan ini bisa diatasi kalau program pembaruan menjadi nyata," kata Xi yang juga Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok (CPC) itu.

Menurut dia, Revolusi 1911 yang diprakarsai oleh Sun Yat Sen berhasil mengakhiri 2.000 tahun kekuasaan kekaisaran di Tiongkok sehingga membuka jalan bagi perubahan sosial dan ideologi. "Sun diagungkan sebagai pahlawan nasional yang hebat, patriotik, dan pelopor besar revolusi demokrasi Tiongkok," ujarnya.

Xi menganggap cita-cita revitalisasi bangsa yang dipegang teguh oleh Sun mendambakan masa depan cerah Tiongkok yang dijunjung oleh para perintis Revolusi. "Dan impian besar yang dicita-citakan dan diperjuangkan rakyat Tiongkok pada zaman modern ini semuanya akan menjadi kenyataan," ujarnya.

Dia menyatakan bahwa peringatan Revolusi 1911 akan menjadi inspirasi pembaruan nasional. "Partai Komunis Tiongkok merupakan pendukung setia dan penerus perjuangan Sun," ujarnya.

Oleh sebab itu, Xi kembali menegaskan bahwa reunifikasi secara menyeluruh akan segera terwujud seiring dengan program pembaruan nasional di negaranya. "Reunifikasi nasional dengan damai menjadi kepentingan seluruh bangsa Tiongkok, termasuk kompatriot di Taiwan," kata Xi seraya mengingatkan bahwa kaum separatisme merupakan ancaman serius atas misi tersebut.

Pada peringatan 100 tahun CPC di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada 1 Juli, Xi juga menyerukan reunifikasi Tiongkok melalui program pembaruan nasional.

Revolusi 1911, yang dikenal dengan Revolusi Xinhai, bermula dari pemberontakan Wuchang pada 10 Oktober 1911. Revolusi tersebut berakhir dengan turunnya Raja Puyi dari takhta pada 12 Oktober 1912.

Sun Yat Sen merupakan pendiri Partai Kuomintang dan pendiri Republik Tiongkok pada 1912-1949.

Setelah meninggal, Sun digantikan Chiang Kai Shek. Saat Kuomintang ditaklukkan CPC, Chiang melarikan diri ke Taiwan pada 1949.  (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Zelensky Kecewa Israel Emoh Bantu Persenjataan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 25 September 2022, 16:17 WIB
Israel lebih memilih menjual persenjataan daripada memberikannya kepada...
Ist

Letkol Arief Rahman Wakili RI di Global Leadership Summit 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 14:56 WIB
Sebagai Instruktur PBB, Arief Rahman pernah melatih personel military observer (Milobs) dan military staff (Milstaff PBB) dengan...
AFP/Michael M. Santiago.

PM Pakistan: Tidak Adil Dampak Perubahan Iklim Ditanggung Sendiri

👤 ¬†Cahya Mulyana 🕔Minggu 25 September 2022, 14:00 WIB
Negaranya mengalami banjir terburuk yang pernah terjadi sehingga menewaskan 1.600...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya