Kamis 07 Oktober 2021, 20:02 WIB

Jerman, Denmark Pulangkan Wanita dan Anak terkait ISIS

Mediaindonesia.com | Internasional
Jerman, Denmark Pulangkan Wanita dan Anak terkait ISIS

AFP/Odd Andersen.
Orang-orang mengantre di luar tempat pemungutan suara di Volkshochschule Pankow Jalan Prenzlauer Allee Berlin.

 

JERMAN dan Denmark telah memulangkan 11 wanita yang bergabung dengan kelompok teror ISIS dan 37 anak mereka dari Suriah utara dalam transfer terbesar sejak 2019.

"Anak-anak tidak bertanggung jawab atas situasi mereka. Para ibu harus bertanggung jawab atas tindakan mereka," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam suatu pernyataan semalam dari Rabu (6/10) hingga Kamis (7/10).

Jerman membawa pulang 8 wanita dan 23 anak-anak. Denmark membawa kembali 3 wanita dan 14 anak-anak sebagai bagian dari operasi yang sama lewat dukungan militer AS.

Jaksa federal Jerman mengatakan tiga wanita ditangkap setibanya di bandara Frankfurt dan didakwa dengan keanggotaan dalam organisasi teror serta mengabaikan perawatan dan pengasuhan anak-anak mereka.

Salah satu terdakwa, Romiena S, diduga menunjukkan video eksekusi ISIS kepada putrinya saat dia membesarkannya dengan ajaran Islam radikal dari kelompok tersebut. Dia juga dituduh mengawasi seorang wanita Yazidi yang diperbudak oleh ISIS dan mengharuskannya untuk salat. Dua orang lain yang ditangkap bernama Solale M dan Verena M. 

Secara terpisah, pihak berwenang Denmark mengatakan mereka telah menangkap tiga wanita yang dipulangkan ke sana. Aparat menuduh mereka mempromosikan kegiatan teroris serta masuk dan tinggal mereka di zona konflik.

Baca juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan di Masjid Kabul

Denmark masih mencari untuk memulangkan lima anak lain yang lahir dari orangtua yang masih di Suriah tetapi ibu yang bersangkutan telah dilucuti kewarganegaraan Denmark mereka dan belum memberikan persetujuan untuk kepulangan anak-anak mereka.

Maas mengatakan dia senang telah membawa kembali orang-orang Jerman, terutama anak-anak, yang diidentifikasi sebagai orang yang sangat membutuhkan perlindungan. "Mereka kebanyakan adalah anak-anak yang sakit atau mereka yang memiliki wali di Jerman seperti saudara dan saudari mereka serta ibu mereka," kata kementerian luar negeri. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Ketika Pengendara Mobil Israel Tersesat di Wilayah Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:34 WIB
Polisi mengidentifikasi salah satu orang Israel sebagai penduduk permukiman Shiloh di Tepi Barat. Satu lagi tinggal di kota Elad yang...
AFP/Rodger Bosch.

Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19 tidak Kebal Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:58 WIB
Tren ini juga terlihat pada model yang memproyeksikan kasus-kasus tersebut terhadap populasi secara...
AFP/Punit Paranjpe.

India Umumkan Dua Kasus Pertama Varian Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:47 WIB
Kota terbesar di negara itu Mumbai pada Rabu memberlakukan karantina tujuh hari wajib untuk semua penumpang yang datang dari negara-negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya