Senin 04 Oktober 2021, 10:23 WIB

PM Pakistan Janji Selidiki Warganya yang Ada di Pandora Papers

Basuki Eka Purnama, Nur Aivanni | Internasional
PM Pakistan Janji Selidiki Warganya yang Ada di Pandora Papers

AFP/Aamir QURESHI
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan

 

PERDANA Menteri Pakistan Imran Khan, Minggu (3/10), berjanji akan menyelidiki warga negaranya setelah sejumlah nama pejabat negara itu muncul dalam Pandora Papers.

Penyelidikan Pandora Papers dilakukan oleh sekitar 600 wartawan dari berbagai media dunia berdasarkan data dari 11,9 juta dokumen yang dibocorkan dari 14 jasa keuangan di berbagai dunia.

Sebanyak 35 pejabat dan mantan pejabat dunia muncul dalam dokumen yang dianalisa oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi (ICJI).

Baca juga: Pandora Papers Dirilis, Sejumlah Pemimpin Dunia Terbukti Simpan Uang di Tax Haven

Di Pakistan, yang kerap masuk dalam daftar negara paling korup di dunia, sejumlah orang dekat Khan, termasuk menteri dan keluarga mereka, dilaporkan memiliki perusahaan atau harta senilai miliaran dolar.

"Kami menyambut munculnya Pandora Papers yang mengungkapkan kekayaan kelompok elite yang diraih karena aksi mengemplang pajak dan korupsi dan kemudian mencucinya di wilayah tax haven," ujar Khan lewat Twitter.

"Pemerintah saya akan menyelidiki semua warga yang namanya muncul di Pandora Papers. Jika mereka terbukti melakukan kesalahan maka akan diambil tindakan yang tepat. Saya menyerukan kepada komunitas internasional untuk menanggapi ketidakadilan ini sama dengan kala Anda menghadapi pemanasan global," lanjutnya.

Khan, yang terpilih sebagai presiden dengan menempatkan diri sebagai pejuang antikorupsi, menyebut angka kemiskinan global terjadi karena kkorupsi di tax haven, tempat orang-orang kaya menyimpan harta mereka agar jauh dari tangan publik.

Pandora Papers meruapkan seri terbaru dari rangkaian laporan investigasi dari ICIJ mulai dari LuxLeaks pada 2014, Panama Papers pada 2016, Paradise Papers pada 2017, dan FinCen pada 2020.

Salah satu pendahulu Khan, Nawaz Sharif, digulingkan Mahkamah Agung Pakistan pada 2017 karena terkait Panama Papers. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Ant/Suwandy

Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Bentrokan di Tepi Barat

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:55 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan Palestina mengatakan bahwa seorang remaja Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel pada Sabtu pagi dalam serangan...
MI/Palce Amalo

Rakyat Timor Leste Berharap Ramos Horta Penuhi Janji Kampanye

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:35 WIB
RAKYAT Timor Leste yakin Presiden Ramos Horta akan memenuhi janjinya menjadi presiden bagi seluruh warga, serta mampu membawa negara itu...
Johan ORDONEZ / AFP

Terlibat Korupsi, Dua Putra Mantan Presiden Panama Diadili di AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:27 WIB
Luis Enrique dan Ricardo Martinelli divonis dituduh menerima suap sebesar $28 juta dari kelompok konstruksi tersebut, di mana $19 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya