Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kunjungan pamitannya (farewell call) kepada Dirjen Badan Tenaga Atom Dunia (IAEA), Rafael Mariano Grossi, di Wina, Austria (27/9), Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB, Dr. Darmansjah Djumala membicarakan kerja sama Indonesia-IAEA untuk mendaur ulang sampah plastik dengan menggunakan teknologi nuklir.
Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan IAEA dalam pemanfaatan teknologi radiasi nuklir untuk mengatasi permasalahan limbah plastik.
Melalui implementasi proyek NUTEC Plastics yang digagas Dirjen IAEA Grossi, Indonesia akan mengembangkan pemanfaatan teknologi nuklir dalam sektor pengolahan limbah plastik menjadi bahan baku industri dengan nilai ekonomi tinggi, serta dalam sektor pemantauan mikro plastik di lautan.
Kerja sama strategis ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara percontohan di kawasan Asia Tenggara.
Pada keterangan pers, Rabu (29/9), diungkapkan Dubes Djumala, kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya dalam forum High Level Roundtable Discussion IAEA, Mei 2021, menunjukkan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan proyek NUTEC Plastics IAEA.
Indonesia akan menjadi percontohan bagi negara lain dalam pemanfaatan teknologi nuklir dalam daur ulang limbah plastik untuk dimanfaatkan oleh industri.
Lebih lanjut, Dubes Djumala menyatakan kesiapan Pemerintah Indonesia untuk melibatkan peran sektor industri nasional dalam implementasi kerjasama ini, termasuk dalam tahap pengembangan dan transfer teknologi.
Pelibatan ini akan menjamin teknologi yang dikembangkan akan sesuai dengan kebutuhan sektor industri nasional, serta menjamin pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Dirjen IAEA dalam pertemuan ini menyampaikan apresiasi atas peran aktif yang diambil Indonesia dibawah kepemimpinan Dubes Djumala sejak tahap perencanaan proyek NUTEC Plastics.
Indonesia dinilai telah memberikan masukan penting kepada IAEA, khususnya mengenai tantangan utama penanganan limbah plastik di kawasan yang dapat memberikan solusi bagi pengurangan limbah plastik di daratan.
Apresiasi juga disampaikan untuk komitmen kuat yang ditunjukkan oleh Indonesia dalam pembahasan teknis program yang ditargetkan mulai diimplementasi penuh pada awal tahun 2022.
Dalam kesempatan pertemuan dengan Deputi Dirjen IAEA bidang Aplikasi Nuklir, Najat Mokhtar, Dubes Djumala juga menyampaikan komitmen Indonesia melanjutkan pembahasan teknis implementasi kerjasama plastik dengan pelibatan pemangku kepentingan tingkat nasional dari lintas kementerian dan lembaga, serta sektor privat.
”Pemerintah Indonesia berkomitmen mengintegrasikan resource yang dimiliki untuk mendukung implementasi kerjasama ini, melalui peran aktif kementerian dan lembaga pada sektor terkait," jelasnya.
Komitmen ini akan dilanjutkan dengan pelibatan sektor industri nasional sejak tahap pengembangan dan transfer teknologi.” imbuh Djumala kepada Deputi Dirjen IAEA.
Deputi Dirjen IAEA menyampaikan apresiasi atas inisiatif aktif Indonesia dibawah kepemimpinan Dubes Djumala, khususnya dalam mendorong keterlibatan sektor industri dalam implementasi proyek NUTEC Plastics.
Keterlibatan industri nasional dalam transfer teknologi merupakan tahapan yang sangat esensial yang memastikan teknologi nuklir dapat digunakan dalam rantai produksi plastik secara berkelanjutan.
Lebih jauh Najat Mokhtar mengatakan pihaknya telah menerima masukan dari para pakar nuklir Indonesia bahwa teknologi yang akan digunakan akan mampu mendorong produksi komoditas plastik bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan, seperti material konstruksi dan bangunan modern.
Indonesia telah menyampaikan rencana kerja implementasi program NUTEC Plasticskepada IAEA dalam 2 (dua) lingkup area, yaitu untuk pengolahan limbah plastik daratan menjadi bahan baku industri dengan nilai ekonomi tinggi serta limbah mikroplastik di lingkungan laut.
Kedua area kerjasama ini memiliki potensi menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis IAEA di kawasan khususnya sebagai negara percontohan bagi negara-negara lain. (RO/OL-09)
Kegiatan pengelolaan dan daur ulang sampah ini menggandeng Waste4Change untuk melakukan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Jikaa dihitung secara kasar sejak tahun 2018 hingga tahun 2023, kerugian yang disebabkan oleh masalah pencemaran sampah plastik di laut Indonesia diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun.
Sampah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat di Indonesia juga bisa masuk ke Samudera Hindia hingga ke Madagaskar.
Warga akan diedukasi modul Plastic, Sustainability & You Education (PSYE) untuk meningkatkan kesadaran tentang penggunaan plastik berkelanjutan dan pengelolaan limbah yang efektif.
Target pemerintah Indonesia dalam menurunkan kebocoran sampah plastik dari aktivitas masyarakat sebesar 70 persen pada 2025.
BRIN terus melakukan penelitian dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam mendeteksi jenis sampah plastik. Termasuk, melibatkan akademisi dari berbagai multidisiplin ilmu.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Setiap hari, Jakarta memproduksi sekitar 8.300 ton sampah yang harus dikelola secara berkelanjutan.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved