Selasa 28 September 2021, 10:15 WIB

Belum Divaksin Covid-19, Warga Sydney Dibatasi dari Kegiatan Sosial

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Belum Divaksin Covid-19, Warga Sydney Dibatasi dari Kegiatan Sosial

Saeed KHAN / AFP
Orang Sikh yang tinggal di Sydney mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Kuil Sikh Glenwood, Sydney, Australia.

 

PENDUDUK Sydney yang belum divaksinasi Covid-19 berisiko dilarang dari berbagai kegiatan sosial, bahkan ketika warga dibebaskan dari aturan tinggal di rumah pada Desember 2021 mendatang.

Di bawah peta jalan untuk keluar dari penguncian di kota terbesar Australia tersebut, warga yang tidak divaksinasi sudah mengalami penundaan kebebasan yang secara bertahap akan diberikan kepada warga yang disuntik antara 11 Oktober dan 1 Desember 2021.

Sistem dua tingkat, yang dirancang untuk mendorong lebih banyak warga untuk divaksinasi, telah dikritik karena menghukum kelompok rentan yang tidak memiliki akses ke inokulasi dan karena gagal memberikan insentif nyata untuk yang meragukan vaksin.

Namun, Perdana Menteri negara bagian New South Wales Gladys Berejkilian mengatakan orang yang memilih untuk tidak divaksinasi dikenai larangan masuk ke toko, restoran, dan tempat hiburan bahkan setelah negara mencabut semua pembatasan terhadap warga pada 1 Desember 2021.

"Banyak bisnis mengatakan mereka tidak akan menerima siapa pun yang tidak divaksinasi," kata Berejiklian kepada Seven News, pada Selasa (28/9). “Hidup untuk yang tidak divaksinasi akan sangat sulit,” tambahnya.

Pub, kafe, pusat kebugaran, dan penata rambut akan dibuka kembali untuk divaksinasi penuh pada 11 Oktober 2021 di New South Wales, rumah bagi Sydney, dan lebih banyak pembatasan akan dilonggarkan setelah 80% populasi orang dewasa di negara bagian itu divaksinasi sepenuhnya, diperkirakan pada akhir Oktober.

Australia mengejar pembukaan kembali yang lebih cepat melalui tingkat vaksinasi yang lebih tinggi meskipun infeksi terjadi terus-menerus, sebagian besar di dua kota terbesarnya Sydney dan Melbourne.

Ada beberapa tanda tentatif kasus di New South Wales, pusat wabah terburuk di negara itu, mungkin sedang mendatar.

Negara bagian itu melaporkan 787 kasus baru pada Senin (27/9), angka harian terendah dalam lebih dari sebulan. Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit turun menjadi 1.155 dari 1.266 seminggu yang lalu karena tingkat vaksinasi pada orang berusia di atas 16 tahun mencapai 60% di negara bagian itu.

Negara tetangga Victoria, melaporkan kenaikan harian terbesar dalam infeksi, dengan 867 kasus.

Australia mengelola pandemi lebih baik daripada banyak negara lain yang sebanding sampai kedatangan varian Delta pada Juni memicu gelombang infeksi ketiga.

Strain yang sangat menular itu bertanggung jawab atas hampir 70% dari total hampir 100.000 kasus di negara itu. Kematian mencapai 1.249 tetapi tingkat kematian dari Delta lebih rendah dari tahun lalu karena tingkat vaksinasi yang lebih tinggi di antara populasi yang rentan. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

AFP/Daniel Leal.

WHO belum Terima Laporan Kematian akibat Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 20:19 WIB
Meskipun semakin banyak negara yang melaporkan infeksi dengan varian baru, belum ada kematian yang dilaporkan ke badan kesehatan...
AFP/Jonathan Nackstrand.

Gereja Swedia Selidiki Tindakan Apartheid oleh Israel di Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:30 WIB
Dewan telah diinstruksikan untuk mengangkat isu pengawasan pelaksanaan hukum internasional di Israel dan Palestina juga dari perspektif...
AFP/Mohd Rasfan

WHO Peringati Asia-Pasifik Bersiap Hadapi Lonjakan Infeksi Covid-19 Varian Omicron 

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 16:57 WIB
Varian tersebut telah dilaporkan di belasan negara dan mulai memasuki Asia minggu ini, dengan kasus dilaporkan dari Australia, Jepang,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya