Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Kamis (23/9). Dalam pertemuan tersebut, Harris menekankan pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, karena AS sedang mencoba memperkuat porosnya menuju Asia dan memperkuat hubungan dengan sekutu untuk merebut pengaruh Tiongkok yang berkembang di wilayah tersebut.
Pertemuan antara Harris dan Modi, yang memiliki hubungan dekat dengan mantan presiden Donald Trump, menjadi lebih penting karena pemerintahan Biden mengambil langkah-langkah untuk memperdalam hubungannya dengan salah satu sekutu terpentingnya di Asia.
“Amerika Serikat, seperti India, sangat merasa bangga menjadi anggota Indo Pasifik, tetapi juga kerapuhan dan pentingnya hubungan itu, termasuk mempertahankan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Harris kepada Modi selama pertemuan.
Baca juga: DPR AS Setuju Biayai Iron Dome Israel
Pertemuan itu juga merupakan momen perayaan bagi 4 juta diaspora India di AS dan warga India di tanah air yang bangga dengan Harris yang berdarah India dan kesuksesannya.
Modi memuji wakil presiden, menyebutnya sebagai seorang pemimpin yang seperti keluarga dan memanggilnya sahabat sejati yang telah mendukung India selama krisis covid-19.
"Demokrasi tertua dan demokrasi terbesar, kami memang mitra alami, kami memiliki nilai yang sama," kata Modi.
Dalam pertemuan tersebut, Harris juga menyambut baik keputusan India untuk melanjutkan ekspor vaksin covid-19 dan mengatakan kedua negara harus bekerja sama untuk melindungi demokrasi di seluruh dunia.
India, yang merupakan produsen vaksin covid-19 terbesar di dunia, baru-baru ini mengumumkan akan melanjutkan ekspor vaksin akhir tahun ini. India menghentikan ekspor pada April laluuntuk fokus menginokulasi populasinya sendiri ketika infeksi meledak.
“Ketika India mengalami lonjakan covid-19 di negara itu, Amerika Serikat sangat bangga mendukung India dalam kebutuhan dan tanggung jawabnya untuk memvaksinasi rakyatnya, dan saya menyambut baik pengumuman India bahwa mereka akan segera dapat melanjutkan ekspor vaksin,” kata Harris.
Harris dan Modi diharapkan membahas pandemi covid-19, kerja sama yang lebih besar di bidang teknologi, ruang angkasa, dan sektor lainnya, serta masalah rantai pasokan, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Perjalanan Modi ke Washington selama tiga hari akan ditutup dengan pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih, Jumat (24/9).
Biden dan Modi juga akan mengadakan pertemuan puncak "Quad" dengan para pemimpin Australia dan Jepang, yang bertujuan meningkatkan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya dominasi Tiongkok di wilayah tersebut.
Modi, Kamis (13/9), juga bertemu dengan kepala eksekutif Qualcomm, Blackstone, Adobe, First Solar dan General Atomics, kata sumber tersebut. (Straitstimes/OL-1Perkuat Kerja Sama, Wapres AS Temui PM India
WAKIL Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Kamis (23/9). Dalam pertemuan tersebut, Harris menekankan pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, karena AS sedang mencoba memperkuat porosnya menuju Asia dan memperkuat hubungan dengan sekutu untuk merebut pengaruh Tiongkok yang berkembang di wilayah tersebut.
Pertemuan antara Harris dan Modi, yang memiliki hubungan dekat dengan mantan presiden Donald Trump, menjadi lebih penting karena pemerintahan Biden mengambil langkah-langkah untuk memperdalam hubungannya dengan salah satu sekutu terpentingnya di Asia.
“Amerika Serikat, seperti India, sangat merasa bangga menjadi anggota Indo Pasifik, tetapi juga kerapuhan dan pentingnya hubungan itu, termasuk mempertahankan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Harris kepada Modi selama pertemuan.
Pertemuan itu juga merupakan momen perayaan bagi 4 juta diaspora India di AS dan warga India di tanah air yang bangga dengan Harris yang berdarah India dan kesuksesannya.
Modi memuji wakil presiden, menyebutnya sebagai seorang pemimpin yang seperti keluarga dan memanggilnya sahabat sejati yang telah mendukung India selama krisis covid-19.
"Demokrasi tertua dan demokrasi terbesar, kami memang mitra alami, kami memiliki nilai yang sama," kata Modi.
Dalam pertemuan tersebut, Harris juga menyambut baik keputusan India untuk melanjutkan ekspor vaksin covid-19 dan mengatakan kedua negara harus bekerja sama untuk melindungi demokrasi di seluruh dunia.
India, yang merupakan produsen vaksin covid-19 terbesar di dunia, baru-baru ini mengumumkan akan melanjutkan ekspor vaksin akhir tahun ini. India menghentikan ekspor pada April laluuntuk fokus menginokulasi populasinya sendiri ketika infeksi meledak.
“Ketika India mengalami lonjakan covid-19 di negara itu, Amerika Serikat sangat bangga mendukung India dalam kebutuhan dan tanggung jawabnya untuk memvaksinasi rakyatnya, dan saya menyambut baik pengumuman India bahwa mereka akan segera dapat melanjutkan ekspor vaksin,” kata Harris.
Harris dan Modi diharapkan membahas pandemi covid-19, kerja sama yang lebih besar di bidang teknologi, ruang angkasa, dan sektor lainnya, serta masalah rantai pasokan, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Perjalanan Modi ke Washington selama tiga hari akan ditutup dengan pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih, Jumat (24/9).
Biden dan Modi juga akan mengadakan pertemuan puncak "Quad" dengan para pemimpin Australia dan Jepang, yang bertujuan meningkatkan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya dominasi Tiongkok di wilayah tersebut.
Modi, Kamis (13/9), juga bertemu dengan kepala eksekutif Qualcomm, Blackstone, Adobe, First Solar dan General Atomics, kata sumber tersebut. (Straitstimes/OL-1))
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Dalam sebuah acara di New York, Michelle Obama mengatakan Amerika Serikat “belum siap” memiliki presiden perempuan, merujuk pada kegagalan kampanye Kamala Harris.
Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris mengisyaratkan kemungkinan maju lagi di Pilpres 2028.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
Penembakan aktivis Charlie Kirk mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.
Wakil Presiden AS, Kamala Harris, menyampaikan rasa syukur atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris memberikan pengarahan terkait respons pemerintah federal terhadap kebakaran yang melanda California, khususnya di Los Angeles.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved