Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, Kamis (23/9), mengakui memperbaiki hubungan dengan Prancis akan membutuhkan waktu lama.
Hal itu diungkapkan Blinken setelah bertemu Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian untuk membahas perselisihan kedua negara terkait kontrak pembuatan kapal selam dengan Australia.
Blinken kembali menggarisbawahi pernyataan Gedung Putin setelah Presiden Joe Biden, dalam pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, bahwa pembatasan kontrak pembuatan kapal selam antara Australia dan Prancis seharusnya terjadi setelah konsultasi terbuka antara negara-negara yang bersekutu itu.
Baca juga: Penembakan di Supermarket AS, Satu Tewas dan 12 Terluka
Blinken kemudian menyatakan dirinya sangat menghormati Le Drian setelah Menlu Prancis itu mengabaikan Blinken dalam Sidang Majelis Umum PBB.
"Kami mengakui hal ini akan butuh waktu lama dan kerja keras. Kami akan menunjukkan hal itu lewat kerja keras bukan sekadar omongan, tegas Blinken.
AS dan Prancis berselisih setelah Australia membatalkan kontrak pembuatan kapal selam dengan Prancis dan memilih meneken kontrak baru dengan AS demi mendapatkan kapal selam nuklir. (AFP/OL-1)
Kapal selam otonom ini secara fisik berukuran mini tanpa awak manusia, digerakkan motor penggerak listrik dengan sistem navigasi sementara ini memakai sinyal internet.
Sjafrie menjelaskan, uji tembak itu akan dilakukan di kawasan laut Surabaya yang berada di bawah wilayah Komando Armada (Koarmada) II.
Bangkai kapal selam USS F-1 yang tenggelam pada 1917 ditemukan di kedalaman 396 meter di Samudra Pasifik.
Trump sebelumnya menyampaikan telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam bertenaga nuklir sebagai tanggapan atas komentar Medvedev.
PT Hariff Dipa Persada, perusahaan teknologi pertahanan swasta nasional menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Naval Group,
Penandatanganan Letter of Intent ini merupakan bukti kepercayaan yang mendalam atas kemitraan jangka panjang yang telah terjalin antara Naval Group, PT PAL, dan TNI Angkatan Laut.
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
Prancis tengah mengupayakan misi gabungan untuk menjamin keamanan kapal tanker di Selat Hormuz pascablokade Iran. Menlu Prancis bawa inisiatif ini ke Uni Eropa.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved