Minggu 19 September 2021, 17:04 WIB

Pasukan Keamanan Myanmar Diserang Bom di Dekat Yangon

Nur Aivanni | Internasional
Pasukan Keamanan Myanmar Diserang Bom di Dekat Yangon

AFP
Ilustrasi

 

PEMBANGKANG anti-junta Myanmar telah melakukan serangan bom terhadap pasukan keamanan di dekat Yangon, dengan beberapa orang tewas dalam baku tembak berikutnya.

Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari. Hal itu kemudian memicu aksi protes massa pro-demokrasi dan tindakan keras oleh militer.

Berbagai kota kecil di seluruh Myanmar telah membentuk apa yang disebut "pasukan pertahanan rakyat" untuk melawan junta, meskipun sebagian besar bentrokan telah dilaporkan terjadi di daerah pedesaan.

Baca juga : Beberapa Orang Tewas Saat Ledakan Guncang Jalalabad dan Kabul

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, junta mengatakan bahwa pasukan keamanan sedang melakukan perjalanan melalui Khayan, pinggiran pusat komersial Myanmar Yangon pada Jumat ketika mereka diserang dengan bom rakitan.

"Kedua kelompok itu saling menembak, seorang anggota pasukan keamanan terluka," kata pernyataan itu. Senjata api dan amunisi disita setelah bentrokan itu. "Beberapa teroris...(tewas), salah satunya terluka," katanya.

Media lokal melaporkan setidaknya dua pembangkang tewas dan satu ditangkap. (AFP/OL-2)

 

Baca Juga

AFP/TIm Sloan

Eks Menlu AS Colin Powell Meninggal Karena Covid-19 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:46 WIB
"Kami kehilangan suami, ayah, kakek, dan seorang warga AS yang hebat," kata pihak keluarga Powell dalam postingan di media...
Dok. Kemenkominfo

Wujudkan Komunitas Digital ASEAN, Ini 4 Langkah Indonesia 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:01 WIB
"Indonesia menyuarakan dukungannya terhadap penyusunan ASEAN Leaders’ Statement on Digital Transformation yang diinisiasi oleh...
ugustin WAMENYA / AFP

Kongo Timur Konfirmasi Tiga Kasus Baru Ebola

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:00 WIB
Tiga kasus baru Ebola dikonfirmasi di Republik Demokratik Kongo timur, sehingga total menjadi lima kasus dalam 10 hari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya