Minggu 19 September 2021, 13:17 WIB

Beberapa Orang Tewas Saat Ledakan Guncang Jalalabad dan Kabul

Nur Aivanni | Internasional
Beberapa Orang Tewas Saat Ledakan Guncang Jalalabad dan Kabul

AFP
Ilustrasi

 

SEDIKITNYA tujuh orang tewas dan sekitar 30 orang terluka dalam serangkaian ledakan di kota Jalalabad, Afghanistan timur dan ibu kota negara itu, Kabul, kata sumber Taliban kepada Al Jazeera. Korban jiwa terjadi ketika alat peledak improvisasi meledak pada Sabtu, kata sumber tersebut.

"Ledakan di Jalalabad dan di Kabul tampaknya merupakan pekerjaan sisa-sisa ISIL-K," kata seorang sumber Taliban, yang merujuk pada kelompok bersenjata ISIS di Provinsi Khorasan, yang juga dikenal sebagai ISKP (ISIS-K). Sumber senior itu menambahkan bahwa Taliban telah membuka penyelidikan atas serangan itu dan pelakunya akan dibawa ke pengadilan.

Kantor-kantor berita yang mengutip saksi dan sumber keamanan mengatakan korban jiwa terjadi selama setidaknya empat ledakan di ibu kota Provinsi Nangarhar, Jalalabad, pada Sabtu (18/9)

"Banyak orang yang terlibat dalam insiden hari ini di kota Jalalabad telah ditangkap dan penyelidikan sedang berlangsung. Hasil penyelidikan akan diumumkan secara resmi kemudian," katanya.

Baca juga : 267 Demonstran Australia Penentang Lockdown Ditahan

Belum ada klaim siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut sejauh ini. Jalalabad adalah ibu kota Provinsi Nangarhar, jantung ISKP.

Gambar yang diambil di lokasi ledakan di Jalalabad menunjukkan sebuah truk pick-up hijau dengan bendera putih Taliban dikelilingi oleh puing-puing saat orang-orang bersenjata memeriksanya.

"Dalam satu serangan, sebuah kendaraan Taliban yang berpatroli di Jalalabad menjadi sasaran," kata seorang pejabat Taliban, yang meminta tidak disebutkan namanya, kepada kantor berita AFP. "Perempuan dan anak-anak termasuk di antara yang terluka," katanya.

Sedikitnya dua orang juga dilaporkan terluka dalam ledakan bom mobil sebelum tengah hari di lingkungan Dasht-e-Barchi di Kabul.

Untuk diketahui, Taliban menyerbu ke tampuk kekuasaan pada pertengahan Agustus, dengan menggulingkan pemerintah ketika pasukan internasional yang dipimpin Amerika Serikat menyelesaikan penarikan mereka dari Afghanistan. Kelompok itu telah berjanji untuk memulihkan keamanan di negara yang dilanda kekerasan itu.

Evakuasi warga asing dan Afghanistan yang dipimpin AS yang bekerja untuk pasukan internasional itu dirusak oleh serangan bom dahsyat yang diklaim oleh ISKP. Serangan bom tersebut menewaskan puluhan orang. (Al Jazeera/OL-2)

 

Baca Juga

AFP/Mahmud Hams.

Israel Bebaskan Tahanan Palestina setelah Akhiri Mogok Makan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:10 WIB
Aksi mogok makan menjadi hal biasa di antara para tahanan Palestina dan telah membantu mengamankan banyak konsesi dari otoritas...
DOK BAKAMLA

Diprotes Tiongkok, Pengamat Sebut Pengeboran Migas di Natuna Tetap Dilanjutkan

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 05 Desember 2021, 21:00 WIB
pemerintah membangun opini di dalam dan luar negeri, perihal kewajiban semua negara di dunia, untuk tidak menafsirkan hukum internasional...
AFP

AS Hingga UE Kecam Taliban Atas Pembunuhan Mantan Pasukan di Afghanistan

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 05 Desember 2021, 19:54 WIB
Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus ketika pemerintah yang didukung AS di Kabul runtuh setelah pasukan Amerika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya