Kamis 11 Agustus 2022, 22:07 WIB

Ulama Top Taliban Tewas akibat Bom Bunuh Diri

Mediaindonesia.com | Internasional
Ulama Top Taliban Tewas akibat Bom Bunuh Diri

AFP/Lillian Suwanrumpha.
Anggota Taliban melakukan salat ashar di Bukit Wazir Akbar Khan di Kabul.

 

SEORANG ulama senior Taliban--yang dikenal karena pidatonya yang berapi-api mengkritisi kelompok ISIS--tewas pada Kamis (11/8) oleh seorang pengebom bunuh diri di madrasahnya di ibu kota Afghanistan. 

Rahimullah Haqqani, yang baru-baru ini berbicara di depan umum mendukung anak perempuan diizinkan bersekolah, telah selamat dari setidaknya dua upaya pembunuhan sebelumnya, termasuk satu di Pakistan pada Oktober 2020.

"Dia satu-satunya yang mati syahid," kata juru bicara kepolisian Kabul Khalid Zadran kepada AFP. Ia menambahkan bahwa setidaknya empat lain terluka dalam ledakan itu.

Juru bicara pemerintah Bilal Karimi mengonfirmasi kematiannya. Katanya, ini "Serangan yang dilakukan oleh musuh pengecut," tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sumber-sumber Taliban mengatakan meskipun dia tidak memegang posisi resmi, Haqqani ialah tokoh berpengaruh yang telah mengajar banyak anggota kelompok itu selama bertahun-tahun. Puluhan pejabat Taliban turun ke media sosial untuk menyatakan belasungkawa mereka.

"Anda telah memenuhi tanggung jawab Anda. Takdir tidak dapat dicegah, tetapi komunitas Muslim telah menjadi yatim piatu," cuit Mobin Khan, mantan juru bicara kepolisian Kabul.

Haqqani dikenal karena pidato kemarahannya terhadap ISIS yang telah mengeklaim beberapa serangan di Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus tahun lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, dia juga mendukung hak anak perempuan untuk bersekolah.

Baca juga: Parlemen Latvia Tetapkan Rusia sebagai Negara Sponsor Terorisme

"Tidak ada pembenaran dalam syariah untuk mengatakan pendidikan perempuan tidak diperbolehkan. Tidak ada pembenaran sama sekali," katanya kepada BBC dalam sebuah wawancara pada Mei. 

Sejak merebut kekuasaan setahun yang lalu, Taliban telah memberlakukan pembatasan keras pada anak perempuan dan perempuan untuk mematuhi visi keras mereka tentang Islam. Mereka tidak mengizinkan sekolah menengah untuk anak perempuan dibuka kembali di sebagian besar negara. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/UGC.

Khamenei Salahkan AS dan Israel atas Demo Mahsa Amini

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 20:29 WIB
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Senin (3/10) menuduh musuh bebuyutan, Amerika Serikat dan Israel, mengobarkan gelombang...
Dok. Kedutaan Besar Indonesia di Thailand

Indonesia Fair di Bangkok Disambut Antusias Publik Negeri Gajah Putih

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 18:58 WIB
Tema 'Know Indonesia Better’ diangkat agar masyarakat Thailand lebih mengenal Indonesia melalui produk unggulan yang dipamerkan...
AFP

Lawan Rusia, Ukraina Buat Pertahanan di Wilayah Selatan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 18:48 WIB
Dalam pidatonya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan terjadi pertempuran sengit di berbagai daerah. Akan tetapi, dirinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya