Sabtu 11 September 2021, 09:00 WIB

Militer Myanmar Bentrok dengan Milisi Sipil, 10 Orang Terbunuh

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Militer Myanmar Bentrok dengan Milisi Sipil, 10 Orang Terbunuh

AFP
Salah satu menara komunikasi milik militer dihancurkan milisi sipil Myanmar yang melawan junta Myanmar, Selasa (7/9)

 

PASUKAN junta Myanmar membunuh beberapa anggota pasukan pertahanan lokal dalam satu hari bentrokan, pada Jumat (10/9). Penduduk setempat dan media melaporkan sedikitnya 10 orang tewas.

Negara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta Februari 2021. Tindakan keras militer terhadap perbedaan pendapat yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, menurut kelompok pemantau lokal.

Di beberapa daerah, penduduk setempat yang sering menggunakan senapan berburu atau senjata rakitan, telah membentuk pasukan pertahanan untuk melawan.

Juru bicara militer Zaw Min Tun mengatakan kepada People Media, pasukan Junta diserang dengan senjata kecil dan senjata rakitan ketika mereka memasuki desa Myin Thar di wilayah Magway barat, pada hari Kamis.

“Para prajurit, yang sedang mencari anggota Angkatan Pertahanan Rakyat setempat, telah membunuh sejumlah pejuang,” katanya, tanpa memberikan angka pasti, seraya menambahkan bahwa mereka telah menyita 23 pucuk senjata.

"Lebih dari 10 orang dari desa saya ditembak dan dibunuh. Tentara membakar beberapa rumah setelah bentrokan," kata seorang warga Myin Thar yang tidak mau disebutkan namanya.

Seorang penduduk desa tetangga Thar Lin mengatakan, penduduk setempat melarikan diri karena suara pertempuran dan sekarang berlindung di sebuah biara lokal atau di hutan.

Media lokal melaporkan antara 10-15 penduduk setempat telah terbunuh.

Bentrokan yang melibatkan milisi sipil dan militer sebagian besar terbatas di daerah pedesaan. Pada bulan Juni setidaknya enam orang tewas dalam baku tembak di kota kedua negara itu, Mandalay.

Pada hari Selasa, sekitar selusin menara komunikasi milik militer dihancurkan, pada hari yang sama pemerintah bayangan yang bekerja untuk membalikkan kudeta menyerukan perang defensif rakyat melawan junta.

Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang mengklaim sebagai pemerintah negara yang sah, terdiri dari anggota parlemen pembangkang yang bersembunyi atau diasingkan, banyak dari mereka dari partai pemimpin terguling Aung San Suu Kyi.

Junta mempertahankan perebutan kekuasaannya, dengan menuduh telah terjadi kecurangan besar-besaran selama pemilihan umum pada akhir 2020, yang dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi dengan telak. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Iriana Jokowi Serahkan Bantuan kepada Rumah Sakit di Kyiv

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:24 WIB
"Semoga peperangan ini segera berakhir karena sangat merinding saya melihatnya,"...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Melihat langsung Dampak Perang, Raut Sedih Presiden Tergambar di Irpin

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 29 Juni 2022, 18:19 WIB
"Sangat menyedihkan sekali melihat banyak rumah-rumah yang rusak kemudian juga infrastruktur yang rusak,” ucap Presiden...
ANTARA/Galih Pradipta

Kemenlu Pelajari Laporan Belasan WNI Meninggal di Tahanan Malaysia

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 29 Juni 2022, 18:10 WIB
Seluruh data tersebut akan ditelusuri dan dimintakan penjelasan dari otoritas di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya