Kamis 02 September 2021, 13:44 WIB

Moderna Tarik Vaksin Covid-19 di Jepang Usai Ditemukan Kontaminasi

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Moderna Tarik Vaksin Covid-19 di Jepang Usai Ditemukan Kontaminasi

ANTARA FOTO
Moderna

 

MODERNA dan Takeda Pharmaceutical bekerja sama dengan pihak berwenang Jepang untuk menarik tiga batch vaksin covid-19 setelah penyelidikan menemukan kontaminan stainless steel di beberapa botol.

Pihak berwenang Jepang telah menangguhkan penggunaan batch suntikan Moderna yang berisi 1,63 juta dosis minggu lalu setelah diberitahu tentang masalah kontaminasi.

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan, berdasarkan informasi dari penyelidikan perusahaan, mereka tidak percaya partikel baja tahan karat menimbulkan risiko kesehatan tambahan. Moderna mengatakan kontaminasi stainless steel mungkin terjadi selama produksi.

Takeda DIstribusikan Moderna di Jepang

Penyebab paling mungkin dari kontaminasi terkait dengan gesekan antara dua potong logam di mesin yang memasang sumbat pada botol, kata Moderna dalam pernyataan bersama dengan Takeda. Bahannya dipastikan stainless steel.

Moderna melakukan penyelidikan dalam kemitraan dengan Takeda dan pabrikan Spanyol Rovi, yang mengoperasikan pabrik di mana kontaminasi terjadi.

“Stainless steel secara rutin digunakan pada katup jantung, penggantian sendi dan jahitan logam dan staples. Dengan demikian, tidak diharapkan bahwa injeksi partikel yang diidentifikasi dalam lot ini di Jepang akan mengakibatkan peningkatan risiko medis,” kata Takeda dan Moderna dalam sebuah pernyataan bersama.

Saham Moderna naik lebih dari 2% menyusul pernyataan tersebut.

Baca juga: Moderna Sebut Vaksin di Jepang Tercemar Baja

Pemberian suntikan Moderna dihentikan di Jepang setelah 39 botol ditemukan mengandung bahan asing. Semua vial berasal dari satu lot, tetapi suntikan dari dua lot lainnya dari lini produksi Rovi yang sama ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan.

“Ketiga lot itu adalah satu-satunya yang terpengaruh oleh masalah manufaktur,” kata pernyataan itu.

Rovi telah sepenuhnya memeriksa fasilitas manufaktur dan menerapkan prosedur baru untuk menghindari masalah serupa di masa depan, tambahnya.

Penggunaan vaksin Moderna dari batch yang berbeda juga dihentikan sementara di tiga wilayah di Jepang minggu ini. Dalam beberapa kasus, zat asing ditemukan di dalam botol yang tidak digunakan, sementara yang lain tampaknya merupakan akibat dari jarum yang dimasukkan secara tidak benar yang menyebabkan bag.ian dari sumbat karet botol putus.

Masalah kontaminasi mendapat lebih banyak perhatian setelah kementerian kesehatan mengatakan pada Sabtu, bahwa dua pria, berusia 38 dan 30 tahun, meninggal pada Agustus dalam beberapa hari setelah menerima dosis Moderna kedua mereka. Masing-masing telah menerima dosis dari salah satu lot yang ditangguhkan.

Penyebab Kematian Kedua Kasus Masih Diselidiki

Moderna dan Takeda mengatakan tidak ada bukti kematian disebabkan oleh vaksin.

"Hubungan saat ini dianggap kebetulan," kata perusahaan dalam pernyataan itu.

Sekitar 500.000 orang telah menerima suntikan dari tiga kelompok Moderna yang ditangguhkan, kata menteri Jepang yang bertanggung jawab atas kampanye vaksinasi Taro Kono kepada wartawan pada Jumat. (Straitstimes/OL-5)

Baca Juga

AFP/Nicholas Kamm.

Menlu AS Desak Israel Tuntaskan Penyelidikan Pembunuhan Jurnalis Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:35 WIB
Namun pada Senin, sejumlah media Israel mengutip pengacara top tentara Israel yang mengatakan bahwa militer melakukan segala upaya untuk...
AFP/Mazen Mahdi.

Pejabat Senior Israel Kunjungi Saudi, Persiapan Normalisasi Hubungan?

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:03 WIB
Para pejabat Gedung Putih mempromosikan pembentukan poros keamanan regional yang mengikat bersama Israel, Mesir, Arab Saudi, Yordania, Uni...
AFP/Fabrice Coffrini.

Anak Ridwan Kamil Terseret Arus Sungai saat Bersuhu Dingin

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 15:11 WIB
Selain itu, kondisi air terlihat mengkristal sehingga tampak keruh berwarna putih. Ini menyulitkan penyelaman untuk mencari Eril, sapaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya