Selasa 17 Agustus 2021, 16:37 WIB

PM Sementara Malaysia akan Lakukan Tugas Eksekutif Terbatas

Nur Aivanni | Internasional
PM Sementara Malaysia akan Lakukan Tugas Eksekutif Terbatas

AFP/Arif Kartono.
Seorang pria menonton televisi yang dipajang toko ketika PM Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan pengunduran diri.

 

Perdana Menteri sementara Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa dia akan terus melakukan tugas eksekutifnya, tetapi dengan beberapa batasan, sampai penggantinya ditunjuk. Dia masih akan memberi nasihat kepada Raja dan menjalankan semua tugas eksekutifnya sesuai dengan Konstitusi Federal.

"Ini merupakan tugas yang terhormat," katanya dalam pertemuan dengan redaktur senior di kantornya pada Senin (16/8). "Raja sekarang harus memilih perdana menteri baru," katanya menyusul pengunduran dirinya di Istana Negara sebelumnya.

Dalam suatu pernyataan, Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan Sultan Abdullah Ahmad Shah telah menerima pengunduran diri Tan Sri Muhyiddin dan semua anggota kabinet dengan segera. Muhyiddin mengatakan ketika Raja memintanya untuk bertindak sebagai Perdana Menteri sementara, dia langsung merujuk Jaksa Agung Idrus Harun mengenai ruang lingkup pekerjaan.

"Dia mengatakan bahwa saya dapat menjalankan fungsi eksekutif dan memberi nasihat kepada Yang di-Pertuan Agong sampai perdana menteri baru ditunjuk," tambah Muhyiddin. Dia mengatakan bahwa perannya akan berbeda dari sini dan seterusnya. 

"Berdasarkan pemahaman saya, saya ialah Perdana Menteri sementara. Kabinet saya telah mengundurkan diri. Tidak ada lagi pemerintahan seperti sebelumnya," jelasnya.

Muhyiddin juga mencatat bahwa dengan peran barunya, dia memiliki kekuasaan yang terbatas dan hanya dapat melakukan fungsi dasar penting dari pemerintahan. "Saya harus mengacu dan mengikuti saran Jaksa Agung," katanya. "Saya akan berpegang pada prinsip dan melakukan yang saya bisa berdasarkan saran Raja dan Jaksa Agung," katanya.

Baca juga: Mundur sebagai PM Malaysia, Muhyiddin Punya Masa Jabatan Tersingkat

Saat ditanya apakah ada kemungkinan dia dapat diangkat kembali sebagai Perdana Menteri, Muhyiddin menjawab, "Mari kita lihat saja. Saat ini saya memiliki jumlah terbanyak, tetapi kita harus selalu mengikuti aturan hukum," tandasnya. (Straits Times/OL-14)

Baca Juga

AFP

Kekalahan Scott Morrison Kabar Baik Buat Indonesia

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 22 Mei 2022, 23:46 WIB
Menurut dia Albanese dapat diajak untuk melanjutkan kesepakatan dengan Indonesia yang tertuang dalam Lombok...
AFP/Anwar Amro.

Orang Kaya Libanon Beli Paspor Karibia untuk Lolos dari Krisis

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 22 Mei 2022, 18:47 WIB
Itu merupakan peningkatan besar dari paspor Libanon yang termasuk terburuk di dunia dan hampir tidak mungkin diperbarui karena negara yang...
AFP

PBB Tinjau Kuburan Massal Muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 22 Mei 2022, 14:32 WIB
Michelle Bachelet akan melihat langsung tempat-tempat yang disinyalir menjadi daerah pembantaian dan kekerasan terhadap muslim...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya