Minggu 15 Agustus 2021, 19:48 WIB

Taliban Masuki Kabul, Diplomat AS Dievakuasi dengan Helikopter

Nur Aivanni | Internasional
Taliban Masuki Kabul, Diplomat AS Dievakuasi dengan Helikopter

AFP
Pejuang Taliban saat melintasi jalan di wilayah Laghman, Afghanistan.

 

KELOMPOK Taliban memasuki wilayah Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu waktu setempat. Hal itu dilaporkan seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri, ketika Amerika Serikat (AS) mengevakuasi para diplomat dari kedutaannya dengan helikopter.

Pejabat senior itu menyebut pasukan Taliban datang dari semua sisi. Namun, dia enggan memberikan rincian lebih lanjut. Sebuah unggahan di Twitter dari akun resmi Istana Kepresidenan Afghanistan, melaporkan terdengar suara tembakan di sejumlah titik sekitar Kabul.

Akan tetapi, pasukan keamanan Afghanistan yang berkoordinasi dengan mitra internasional, sudah berhasil menguasai kota tersebut. Para pejabat AS mengatakan para diplomat sedang dievakuasi ke bandara dari kedutaan di Distrik Wazir Akbar Khan. 

Baca juga: Lagi, Taliban Berhasil Rebut Kota Jalalabad di Afghanistan

Banyak pasukan militer AS yang dikirim untuk membantu evakuasi. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, Taliban menggencarkan aksinya dengan menguasai sejumlah ibu kota provinsi di Afghanistan.

Pekan lalu, intelijen AS memperkirakan wilayah Kabul bisa bertahan setidaknya selama tiga bulan. Dilaporkan, anggota tim inti AS dan beberapa staf Uni Eropa telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Baca juga: Uzbekistan Sebut 84 Tentara Afghanistan Sebrangi Perbatasan

Menteri Dalam Negeri Afghanistan Abdul Sattar Mirzakwal mengungkapkan akan ada transfer kekuasaan secara damai ke pemerintahan transisi. "Rakyat Afghanistan tidak perlu khawatir. Tidak akan ada serangan di kota. Transfer kekuasaan dilakukan secara damai," tegasnya dalam sebuah rekaman pidato.

Seorang pejabat Taliban juga mengatakan bahwa kelompok itu tidak ingin adanya korban saat mengambil alih wilayah. Namun sejauh ini, Taliban tak kunjung mengumumkan gencatan senjata.

Tidak ada kabar dari Presiden Ashraf Ghani terkait situasi terkini di wilayahnya. Pada Sabtu kemarin, Ghani diketahui tengah dalam konsultasi mendesak dengan para pemimpin lokal dan mitra internasional mengenai situasi darurat.(StraitsTimes/OL-11)
 

Baca Juga

AFP/Khamenei.ir.

Khamenei: Negara Arab Berdosa Normalisasi Hubungan dengan Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Oktober 2021, 21:38 WIB
Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko sepakat menormalkan hubungan dengan Israel pada...
AFP/Bandar Al-Jaloud.

Mantan Mata-Mata Saudi Tuding MBS Kirim Tim untuk Membunuhnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Oktober 2021, 21:16 WIB
Seorang teman di dinas intelijen Timur Tengah, katanya, memperingatkan bahwa dia bisa menghadapi nasib yang mirip dengan pembangkang dan...
AFP/Radio dan Televisi Myanmar melalui AFPTV

Junta Myanmar Ancam akan Lewatkan KTT ASEAN

👤Nur Aivanni 🕔Senin 25 Oktober 2021, 20:51 WIB
"Tapi kami tidak yakin apakah akan hadir atau tidak ... Menghadiri itu dapat mempengaruhi kedaulatan dan citra negara kami," kata...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya