Jumat 06 Agustus 2021, 19:54 WIB

PBB tidak Miliki Cukup Dana untuk Bantu Kerawanan Pangan di Myanmar

Mediaindonesia.com | Internasional
PBB tidak Miliki Cukup Dana untuk Bantu Kerawanan Pangan di Myanmar

asianews.it
Ilustrasi

 

Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mungkin enam bulan ke depan tidak memiliki cukup dana untuk membantu jutaan orang di Myanmar dalam menghadapi kerawanan pangan.

Kerawanan pangan dialami negara tersebut di tengah gelombang infeksi COVID-19 dan kerusuhan politik.

WFP mengatakan bahwa mereka membutuhkan 86 juta dolar AS (sekitar Rp1,2 triliun) untuk membantu memerangi kelaparan di Myanmar.

Negara itu sedang memerangi peningkatan infeksi COVID-19 dan telah berada dalam kekacauan sejak militer pada 1 Februari menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi.

"Menurut pengamatan kami, kelaparan menyebar lebih jauh dan lebih dalam di Myanmar," kata Direktur WFP untuk Myanmar Stephen Anderson dalam pernyataannya, Jumat.

Organisasi kemanusiaan terbesar di dunia itu memperkirakan bahwa 6,3 juta orang di Myanmar kemungkinan menghadapi kerawanan pangan dalam enam bulan ke depan.

Angka tersebut naik dari 2,8 juta orang sebelum militer mengambil alih kekuasaan pada Februari.

"Sangat penting bagi kami untuk dapat menjangkau... semua yang membutuhkan dan menerima dana yang dibutuhkan untuk memberi mereka bantuan kemanusiaan," tutur Anderson. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP/GIORGIO VIERA

Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:34 WIB
Politikus Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy mengatakan Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland...
AFP

Tiongkok Rilis Buku Putih, Peringatkan Tidak akan Tolerir Separatis di Taiwan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:45 WIB
Dokumen tersebut menguraikan bagaimana Tiongkok bermaksud untuk mengklaim Wilayah Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan...
ANTARA/Nova Wahyudi

Larangan UE Impor Batu Bara Rusia Mulai Berlaku

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:51 WIB
Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) tidak akan diizinkan untuk mengimpor batubara lagi dari Rusia setelah masa transisi embargo blok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya