Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
TURKI mengkritik rencana Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan negara ketiga seperti Turki untuk memukimkan kembali ribuan warga Afghanistan yang berisiko menjadi sasaran Taliban karena hubungan mereka dengan AS.
"Tidak dapat diterima mencari solusi untuk masalah itu di negara kita tanpa persetujuan negara kita," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, Selasa (3/8) malam.
Turki sudah menjadi rumah bagi lebih dari 4 juta migran, yang sebagian besar dari Suriah yang dilanda perang. Negara itu mengatakan tidak pernah diajak bicara untuk menerima pengungsi dari Afghanistan.
Baca juga: Taliban Peringatkan Serangan Berikutnya pada Para Pemimpin Afghanistan
Dengan penarikan pasukan AS dan NATO yang sedang berlangsung dari Afghanistan, Ankara mengkhawatirkan adanya gelombang pengungsi baru.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan para pejabat Turki mengadakan pembicaraan tingkat tinggi mengenai masalah itu dengan rekan-rekan Afghanistan.
Kurang dari sebulan sebelum AS mengakhiri perang terlamanya, Departemen Luar Negeri AS, Senin (2/8) mengumumkan program penerimaan pengungsi baru untuk warga negara Afghanistan yang melibatkan penempatan pertama mereka di negara ketiga di kawasan itu, sementara dokumen mereka diproses.
Departemen Luar Negeri menyebut Turki sebagai salah satu kemungkinan titik relokasi, juga Pakistan.
Kementerian Turki mengatakan rencana AS itu akan menyebabkan krisis migrasi besar di wilayah mereka. Pihaknya, tambahnya, tidak memiliki kapasitas untuk menangani krisis migrasi baru atas nama negara ketiga.
Dikatakannya, jika AS ingin menerima orang Afghanistan, itu bisa dilakukan melalui penerbangan langsung.
Pada Rabu (4/8), di Washington, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan mereka tidak mendesak siapa pun untuk mengungsi ke Turki atau negara tertentu lainnya.
"Kami tegaskan kembali rasa terima kasih kami kepada Turki atas upaya kemanusiaannya yang substansial dalam menampung lebih dari 4 juta pengungsi, lebih banyak dari negara lain mana pun di dunia," kata Price.
"Tetapi kami percaya penting bagi negara-negara untuk menjaga perbatasan mereka tetap terbuka untuk arus pengungsi potensial. Kami tidak bermaksud memilih negara tertentu sebagai tujuan pengungsi," terangnya.
Masalah itu juga kemungkinan akan muncul dalam pembicaraan antara Ankara dan Brussel tentang pembaruan kesepakatan 2016 saat Turki menerima bantuan untuk menampung para migran yang mencari perlindungan di Uni Eropa.
Pada Senin (2/8), seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan mereka tidak memiliki data tentang berapa banyak warga Afghanistan yang mengungsi ke Turki.
"Saya akan mengatakan kita belum melihat arus keluar orang dalam jumlah besar, tetapi kita telah melihat sejumlah orang menyeberang, tetapi jumlahnya belum banyak," kata pejabat itu. (AFP/OL-1)
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved