Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Kuwait pada Rabu (28/7). Pada kesempatan tersebut, dia menjanjikan dukungannya terhadap penyelidikan badan PBB di Tiongkok tentang asal-usul pandemi virus korona.
"AS mendukung rencana WHO untuk studi tambahan tentang asal-usul covid-19 termasuk di (Republik Rakyat Tiongkok), untuk lebih memahami pandemi ini dan mencegah pandemi di masa depan," cuit Blinken di Twitter setelah tiba di negara Teluk Arab itu.
Pertemuan dengan Tedros itu tidak ada dalam jadwal diplomat AS yang dipublikasikan.
Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Blinken menekankan perlunya tahap investigasi berikutnya tepat waktu, berbasis bukti, transparan, dipimpin oleh ahli dan bebas dari campur tangan.
Dia menekankan pentingnya komunitas internasional untuk bersatu dalam masalah yang menjadi perhatian kritis ini. Badan kesehatan PBB telah berada di bawah tekanan intensif untuk penyelidikan baru yang lebih mendalam tentang bagaimana penyakit yang telah menewaskan lebih dari empat juta orang di seluruh dunia itu pertama kali muncul.
Baca juga: WHO Kesampingkan Asal Usul Covid-19 Buatan Manusia
WHO baru bisa mengirim tim ahli internasional independen ke Wuhan pada Januari, lebih dari setahun setelah covid-19 pertama kali muncul di sana, untuk membantu rekan-rekan Tiongkok menyelidiki asal-usul pandemi.
Gagasan bahwa covid-19 mungkin muncul dari kebocoran laboratorium di Tiongkok pun telah dibantah oleh Beijing. Beijing telah berulang kali bersikeras, kebocoran tersebut sangat tidak mungkin terjadi, yang mengutip kesimpulan yang dicapai oleh misi bersama WHO-Tiongkok ke Wuhan pada Januari.
Tetapi awal bulan ini, WHO mengatakan tahap kedua dari penyelidikan internasional harus mencakup audit laboratorium Tiongkok, di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat untuk penyelidikan ke laboratorium di Wuhan.
Tiongkok pun mengatakan bahwa usulan semacam itu menunjukkan rasa tidak hormat dan arogansi terhadap sains.(AFP/OL-5)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved