Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Bertemu Dirjen WHO, Menlu AS Dukung Penyelidikan Asal-Usul Covid-19

Nur Aivanni
29/7/2021 10:59
 Bertemu Dirjen WHO, Menlu AS Dukung Penyelidikan Asal-Usul Covid-19
Ilustrasi covid-19(medcom)

MENTERI Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Kuwait pada Rabu (28/7). Pada kesempatan tersebut, dia menjanjikan dukungannya terhadap penyelidikan badan PBB di Tiongkok tentang asal-usul pandemi virus korona.

"AS mendukung rencana WHO untuk studi tambahan tentang asal-usul covid-19 termasuk di (Republik Rakyat Tiongkok), untuk lebih memahami pandemi ini dan mencegah pandemi di masa depan," cuit Blinken di Twitter setelah tiba di negara Teluk Arab itu.

Pertemuan dengan Tedros itu tidak ada dalam jadwal diplomat AS yang dipublikasikan.

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Blinken menekankan perlunya tahap investigasi berikutnya tepat waktu, berbasis bukti, transparan, dipimpin oleh ahli dan bebas dari campur tangan.

Dia menekankan pentingnya komunitas internasional untuk bersatu dalam masalah yang menjadi perhatian kritis ini. Badan kesehatan PBB telah berada di bawah tekanan intensif untuk penyelidikan baru yang lebih mendalam tentang bagaimana penyakit yang telah menewaskan lebih dari empat juta orang di seluruh dunia itu pertama kali muncul.

Baca juga:  WHO Kesampingkan Asal Usul Covid-19 Buatan Manusia

WHO baru bisa mengirim tim ahli internasional independen ke Wuhan pada Januari, lebih dari setahun setelah covid-19 pertama kali muncul di sana, untuk membantu rekan-rekan Tiongkok menyelidiki asal-usul pandemi.

Gagasan bahwa covid-19 mungkin muncul dari kebocoran laboratorium di Tiongkok pun telah dibantah oleh Beijing. Beijing telah berulang kali bersikeras, kebocoran tersebut sangat tidak mungkin terjadi, yang mengutip kesimpulan yang dicapai oleh misi bersama WHO-Tiongkok ke Wuhan pada Januari.

Tetapi awal bulan ini, WHO mengatakan tahap kedua dari penyelidikan internasional harus mencakup audit laboratorium Tiongkok, di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat untuk penyelidikan ke laboratorium di Wuhan.

Tiongkok pun mengatakan bahwa usulan semacam itu menunjukkan rasa tidak hormat dan arogansi terhadap sains.(AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya