Kamis 22 Juli 2021, 07:40 WIB

IGD Pasien Covid-19 Dijual Rp305 juta/bed, Nakes RS di Peru Ditangkap

mediaindonesia.com | Internasional
IGD Pasien Covid-19 Dijual Rp305 juta/bed, Nakes RS di Peru Ditangkap

AFP
Warga mengantre di fasilitas khusus untuk pasien Covid-19 di kota selatan Arequipa, Peru (8/6/2021).

 

KEPOLISIAN Peru membongkar dugaan jaringan kriminal yang mengenakan biaya $21.000 (Rp305 juta) per tempat tidur untuk pasien COVID-19 yang sakit parah di rumah sakit milik negara. Kondisi itu memperparah perawatan di negara yang dilanda wabah virus paling mematikan di dunia itu.

Pihak berwenang menangkap sembilan orang dalam razia Rabu pagi (21/7), termasuk administrator Rumah Sakit umum Guillermo Almenara Irigoyen di Lima, menurut jaksa Reynaldo Abia, Kamis WIB (22/7).

Penipuan itu terbongkar setelah polisi menerima pengaduan dari saudara laki-laki penderita COVID-19 yang telah diminta 82.000 sol (Rp301 juta) untuk mendapatkan tempat tidur perawatan intensif (ICU) dan perawatan di rumah sakit tersebut, kata Abia.

Menteri Kesehatan Oscar Ugarte mengatakan kepada wartawan bahwa penipuan itu memerlukan reaksi segera. "Ini benar-benar tercela," katanya. "Kita tidak bisa tawar-menawar dengan nyawa orang."

Skandal korupsi seputar perawatan virus telah mengguncang tingkat kekuasaan tertinggi di Peru. Kemarahan atas tuduhan sebelumnya bahwa beberapa pejabat tinggi telah diberikan vaksinasi "VIP" khusus mendorong menteri kesehatan dan luar negeri negara itu untuk mengundurkan diri awal tahun ini.

Rumah sakit yang terlibat dalam skandal yang lebih baru itu, yang dikelola oleh sistem jaminan sosial EsSalud, menyediakan perawatan gratis. Pasien harus sabar menanti daftar tunggu yang panjang untuk 80 tempat tidur ICU yang ditawarkan rumah sakit.

Selama puncak pandemi, banyak pasien membayar sejumlah besar uang ke klinik swasta ketika sistem publik hampir runtuh. Jumlah tempat tidur ICU yang tersedia sejak itu melonjak menjadi hampir 3.000 secara nasional, dibandingkan dengan hanya ratusan yang tersedia pada Maret tahun lalu, tetapi tempat tidur masih dalam permintaan tinggi di negara Andes itu.

Kematian di Peru pada akhir Mei meningkat tiga kali lipat berdasarkan jumlah resmi akibat virus dan tertinggi di  dunia dalam kematian per 100.000 penduduk akibat penyakit tersebut. (Ant/OL-13)

Baca Juga:  Lebih Dari 50% Pusat Distrik Afghanistan di Bawah Kendali Taliban

 

Baca Juga

AFP

Proyek Kereta Api India Dikhawatirkan Timbulkan Bencana

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 28 Juli 2021, 14:24 WIB
proyek ini disebut-sebut sebagai keajaiban teknik dengan jaringan 14 terowongan dan 17 jembatan dalam satu jalur rel berukuran...
AFP

AS Ungkap Kekhawatiran atas Pembangunan Nuklir Tiongkok

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 28 Juli 2021, 14:18 WIB
Anggota Partai Republik Mike Rogers, mengatakan pembangunan Tiongkok menunjukkan perlunya memodernisasi penangkal nuklir AS dengan...
AFP/SAUL LOEB

Biden Tuding Rusia Coba Ganggu Pemilu 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Juli 2021, 12:10 WIB
AS akan mengadakan pemilu sela pada 2022, saat semua kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan sepertiga kursi Senat akan diperebutkan oleh para...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya