Selasa 20 Juli 2021, 18:17 WIB

Kubu Oposisi Tuduh Pemerintahan Modi Berkhianat

Nur Aivanni | Internasional
Kubu Oposisi Tuduh Pemerintahan Modi Berkhianat

AFP
Perdana Menteri India Narendra Modi saat memberikan pernyataan publik.

 

PEMERINTAHAN Narendra Modi dituduh melakukan pengkhianatan dan penistaan yang tak termaafkan oleh oposisi politik di India. Itu menyusul serangkaian laporan oleh proyek Pegasus yang mengungkapkan nomor beberapa jurnalis, aktivis dan ahli strategi pemilu oposisi.

Adapun sejumlah nomor masuk dalam kebocoran data lebih dari 50.000 nomor sejak 2016, yang diyakini telah dipilih sebagai orang-orang yang berkepentingan oleh klien pemerintah NSO Group.

Kisah tersebut, yang diterbitkan Guardian dan media mitra di seluruh dunia, mengungkapkan rincian ratusan nomor telepon India terverifikasi yang muncul dalam kebocoran data. Itu termasuk dua nomor telepon milik tokoh oposisi politik terkemuka di India, Rahul Gandhi, yang memimpin Partai Kongres. 

Baca juga: Pegasus Targetkan Saingan Utama PM India Narendra Modi

Catatan yang bocor itu menunjukkan nomornya dipilih sebagai target yang mungkin pada tahun sebelum dan bulan-bulan setelah pemungutan suara. Tidak mungkin untuk mengatakan apakah ponsel dalam data yang bocor telah disusupi atau berhasil diretas tanpa analisis forensik. 

Namun, penyelidikan mengonfirmasi adanya infeksi oleh perangkat lunak pengawasan NSO Group Pegasus. Berikut, tanda-tanda potensi penargetan pada ponsel yang terhubung dengan 10 nomor India dan pada 27 ponsel tambahan di seluruh dunia.

Perangkat lunak pengawasan itu, yang tidak pernah dikonfirmasi penggunaannya oleh India, hanya dilisensikan untuk pemerintah nasional. Analisis nomor telepon untuk pengawasan oleh klien NSO, menunjukkan bahwa itu sebagian besar menargetkan nomor orang India, termasuk para pengkritik pemerintah Modi.

Baca juga: 12 Menteri di India Mengundurkan Diri

Dalam sebuah pernyataan, Partai Kongres menuduh pemerintah Modi sebagai penyebar dan dalang dari tindakan mata-mata. "Itu jelas pengkhianatan dan pelepasan total keamanan nasional oleh pemerintahan Modi," bunyi pernyataan tersebut.

"Terlebih lagi ketika perusahaan asing mungkin memiliki akses ke data. Itu adalah penistaan yang tak termaafkan dan penolakan sumpah konstitusional oleh menteri dalam negeri dan perdana menteri," lanjut pernyataan dari Partai Kongres.

Jejak Pegasus, perangkat lunak dengan kemampuan untuk membobol telepon, mengakses isinya dan mengubahnya menjadi perangkat pengawasan portabel, ditemukan pada perangkat Prashant Kishor. Dia adalah ahli strategi pemilu yang bentrok dengan partai Modi selama pemungutan suara pada April. 

Baca juga: Cicitan Pemerintah Ditandai, Polisi India Datangi Kantor Twitter

Analisis teleponnya menunjukkan dirinya telah diretas menggunakan Pegasus baru-baru ini pada pemeriksaan forensik. "Kami dulu mencurigai adanya pengintaian, tetapi tidak pernah menyadari peretasan dari 2017 hingga 2021. Meski saya mengganti ponsel lima kali, seperti yang ditunjukkan oleh bukti, peretasan terus berlanjut," ungkap Kishor.

Sekretaris Jenderal Partai Kongres Priyanka Gandhi menyebut kebocoran itu menjijikkan dan menghina demokrasi. "Jika benar, pemerintahan Modi tampaknya meluncurkan serangan serius dan jahat terhadap hak privasi, yang dijamin konstitusi bagi warga negara India, sebagai hak fundamental," bunyi cuitan Gandhi di Twitter.

Kebocoran proyek Pegasus mendorong banyak penyangkalan dari sejumlah tokoh tingkat tinggi di pemerintahan Modi. Mereka berusaha mendiskreditkan laporan tersebut dari kalangan yang memiliki "agenda anti-India".(Guardian/OL-11)
 

 

Baca Juga

AFP/Jack Guez.

Menhan Israel akan Bahas Spyware Pegasus dengan Prancis

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 18:05 WIB
Ada sejumlah topik yang akan dibahas, seperti krisis di Libanon, negosiasi nuklir dengan Iran, dan malware Pegasus yang dibuat oleh...
STR / AFP

Junta Myanmar Batalkan Hasil Pemilu yang Menangkan Partai Suu Kyi

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Juli 2021, 16:10 WIB
Investigasi telah mengungkap lebih dari 11 juta kasus kecurangan dalam pemilihan di mana Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi...
AFP/Saeed Khan.

Varian Delta Terkendali, Melbourne akan Cabut Lockdown

👤 Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Juli 2021, 13:17 WIB
Setidaknya selama dua minggu, masyarakat tidak dapat mengundang tamu ke rumah mereka dan jumlah orang dalam pertemuan di luar ruangan akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya