Kamis 15 Juli 2021, 07:37 WIB

Dua Dosis Vaksin Covid-19 Vital untuk Perangi Varian Delta

Basuki Eka Purnama | Internasional
Dua Dosis Vaksin Covid-19 Vital untuk Perangi Varian Delta

AFP/Fred TANNEAU
Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin covid-19 kepada seorang warga di Garlan, Prancis.

 

BADAN Obat-obatan Uni Eropa (EMA), Rabu (14/7), mengatakan dua dosis vaksin covid-19 penting untuk memberikan perlindungan maksimum dari covid-19 varian delta. Karenanya, EMA mendesak negara-negara Uni Eropa mempercepat kampanye vaksinasi mereka.

"Penelitian pendahuluan menunjukkan dua dosis vaksin covid-19 diperlukan untuk memberikan perlindungan yang memadai terhadap varian Delta," ujar EMA dalam sebuah pernyataan resmi.

"Mematuhi rekomendasi vaksinasi sangat vital untuk memberikan tingkat perlindungan yang maksimal," imbuh badan itu.

Baca juga: Polisi Prancis Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Demonstran Antipembatasan Covid-19

Menyebut varian Delta sebagai 'variant of concern, EMA mengatakan varian yang pertama kali dideteksi di India itu telah menyebar dengan cepat di Eropa dan bisa menganggu upaya mengendalikan pandemi covid-19 di benua biru itu.

Pada akhir Agustus, varian Delta diperkirakan akan mencakup 90% dari kasus covid-19.

"Hal itu membuat negara-negara Eropa harus mempercepat kampanye vaksinasi mereka, termasuk menyuntikan vaksin dosis kedua untuk menutup kemungkinan varian covid-19 itu semakin merajalela," ujar EMA.

EMA kemudian mengatakan ada bukti ilmiah yang memadai bahwa menerima suntikan vaksin covid-19 yang berbeda dari yang pertama tetap aman dan efektif terhadap covid-19.

"Penggunaan strategi vaksinasi seperti itu akan membuat populasi terlindungi lebih cepat dan memanfaatkan pasokan vaksin yang tersedia saat itu.

Saat ini, EMA telah menyetujui penggunaan tiga vaksin covid-19 yang membutuhkan dua dosis di Eropa yaitu Comirnaty produksi Pfizer/BioNTech, Spikevax dari Moderna, dan Vaxzevria buatan AstraZeneca.

Satu vaksin lagi hanya membutuhkan satu dosis yaitu vaksin covid-19 buatan Johnson & Johnson.

Mengenai vaksin booster, EMA mengatakan tidak bisa mengonfirmasi apakah vaksin dosis ketiga diperlukan untuk meningkatkan kekebalan terhadap covid-19 karena belum cukup data yang tersedia dari kampanye vaksinasi dan penelitian yang dilakukan. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Aksi Protes Meluas, Polisi Moralitas di Iran Dikabarkan Bubar

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 21:16 WIB
Aksi protes selama lebih dari dua bulan dipicu kematian Mahsa Amini, seorang perempuan Iran yang meninggal setelah ditangkap aparat...
ATTA KENARE / AFP

Aktivis Iran Tepis Klaim Polisi Moralitas Dihapus

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 20:54 WIB
Ada juga seruan di media sosial untuk pemogokan tiga hari, lebih dari dua bulan setelah gelombang kerusuhan sipil yang dipicu oleh kematian...
Ist

Penjualan Senjata Global Meningkat selama 7 Tahun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 18:34 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 juga meningkatkan tantangan rantai pasokan bagi perusahaan senjata di seluruh dunia, kata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya