Rabu 14 Juli 2021, 11:05 WIB

AS Desak Kuba Cabut Pembatasan Internet Usai Protes Antipemerintah

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
AS Desak Kuba Cabut Pembatasan Internet Usai Protes Antipemerintah

AFP/Ed Jones
Demonstrasi di Kuba

 

AMERIKA Serikat mendesak Kuba untuk mengakhiri pembatasan internet yang diberlakukan usai aksi protes antipemerintah dan menyerukan pembebasan para demonstran yang ditahan.

"Kami menyerukan para pemimpin Kuba untuk menahan diri (dan) mendesak penghormatan terhadap suara rakyat dengan membuka semua sarana komunikasi, baik online maupun offline," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan, Selasa (13/7).

"Mematikan teknologi, menutup jalur informasi, itu tidak berarti apa-apa untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi sah rakyat Kuba,” imbuhnya.

"Kami memuji warga Kuba karena menunjukkan keberanian yang luar biasa," ujarnya seraya menambahkan Havana telah menanggapi dengan mencoba membungkam suara mereka.

"Kami menyerukan ketenangan dan kami mengutuk kekerasan apa pun terhadap mereka yang melakukan protes secara damai. Dan kami sama-sama menyerukan kepada pemerintah Kuba untuk membebaskan siapa pun yang ditahan karena protes damai," tuturnya.

Baca juga: Ribuan Warga Kuba Turun ke Jalan Memprotes Kondisi Ekonomi

Kuba telah menangkap lebih dari 100 orang termasuk jurnalis independen dan aktivis oposisi setelah protes besar di pulau yang diperintah komunis itu atas krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade.

Grup pemantau web NetBlocks melaporkan gangguan di Kuba pada media sosial utama dan platform komunikasi termasuk WhatsApp dan Facebook.

Kuba dengan cepat menyalahkan tekanan ekonomi AS selama setengah abad atas krisis tersebut, tetapi penurunan juga terjadi di tengah langkah-langkah ketat terhadap covid-19 dan peningkatan kasus.

Price menunjukkan bahwa Kuba, yang bangga dengan sistem perawatan kesehatannya dan meluncurkan vaksin asli, belum bergabung dengan Covax, program yang didukung PBB untuk negara-negara berpenghasilan rendah di mana Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden telah bergabung sebagai kontributor utama.

"Kuba telah membuat keputusan berdaulat tentang bagaimana mengatasi pandemi," kata Price.

"Pemerintah Kuba selalu dapat memutuskan untuk menerima sumbangan vaksin dari luar, tetapi pemerintah Kuba telah memutuskan untuk tidak melakukannya,” tukasnya.(France24/OL-5) 

Baca Juga

AFP/Murat KULA / TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE

Erdogan Batal Usir 10 Dubes dari Turki

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 07:00 WIB
Erdogan mengakhiri pertemuan kabinet dengan berpidato di televisi yang menyatakan ke-10 duta besar itu telah mendapatkan...
AFP/STR

Imbas Kudeta di Sudan, AS Bekukan Dana Bantuan 

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 06:41 WIB
Dana tersebut, lanjut Price, diberikan AS sebagai paket ekonomi untuk membantu transisi demokrasi di Sudan setelah negara itu menggulingkan...
AFP/STR

Usai Kudeta, Warga Sudan Lakukan Aksi Protes Hingga Malam

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 06:18 WIB
Bentrokan meletus di ibu kota Khartoum setelah pidatonya, dengan Kementerian Informasi mengatakan bahwa tentara telah menembakkan peluru...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya