Jumat 11 Juni 2021, 21:07 WIB

Inggris Menyebutkan Korona Varian Delta 60% Lebih Menular

mediaindonesia.com | Internasional
Inggris Menyebutkan  Korona Varian Delta 60% Lebih Menular

Ilustrasi
Varian Delta

 

PEMERINTAH Inggris menyebutkan varian baru virus korona Delta memiliki tingkat penularan 60 persen lebih mudah menular di rumah tangga dibandingkan varian Alpha yang membuat Inggris lockdown.

Varian Delta, yang pertama kali muncul di India, telah menyebabkan peningkatan kasus di Inggris, memicu pertanyaan tentang apakah pembatasan jarak sosial akan dicabut sesuai rencana mulai 21 Juni.

Penelitian baru dari Public Health England menunjukkan bahwa varian Delta dikaitkan dengan sekitar 60 persen peningkatan risiko penularan rumah tangga dibandingkan dengan varian Alpha yang pertama kali diidentifikasi di Inggris tenggara.

Sejauh ini ada 42.323 kasus varian Delta yang teridentifikasi di Inggris, menurut data Public Health England, naik dari 29.892 pada 2 Juni.

Varian Alpha menyebabkan lonjakan kasus Covid pada Januari sebelum kampanye vaksin massal, yang menyebabkan lockdown tiga bulan karena rumah sakit diperluas hingga mendekati kapasitas.

Sejak itu, pemerintah telah meningkatkan upaya vaksinnya, dan sekarang telah memberikan hampir 41 juta dosis pertama dan hampir 29 juta dosis kedua untuk orang dewasa di atas 25 tahun.

Baca juga :Tiongkok Undang Warga Taiwan Datang untuk Vaksinasi Covid-19

Ini berarti 43 persen dari total populasi telah divaksinasi lengkap dan 18 persen divaksinasi setengah.

Tetapi kasus meningkat lagi, dengan infeksi harian baru mencapai 7.393 pada hari Kamis, level yang tidak terlihat sejak Februari.

Menurut pemerintah, lebih dari 90 persen kasus baru adalah varian Delta.

Namun, jumlah pasien di rumah sakit tetap rendah, hanya lebih dari 1.000 pada hari Kamis, dan Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan sebagian besar pasien rawat inap adalah orang yang tidak divaksinasi.

Pemerintah mengatakan ini menyarankan program vaksinasi untuk mengurangi dampak varian Delta, mendesak masyarakat untuk mendapatkan kedua suntikan.

Jenny Harries, kepala eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris, mengatakan  dua dosis memberikan perlindungan yang lebih signifikan terhadap varian Delta daripada satu.

Inggris telah melaporkan 127.867 kematian akibat virus, jumlah korban tertinggi di Eropa. (AFP/OL-2)

Baca Juga

AFP/STR

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Baru pada Junta Myanmar

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 22 Juni 2021, 07:25 WIB
Penambahan terbaru itu membuat jumlah individu dan entitas yang dikenai sanksi oleh UE menjadi 35 orang sejak putaran pertama tindakan...
AFP

India Buka Vaksinasi Covid-19 Gratis untuk Orang Dewasa

👤Nur Aivanni 🕔Senin 21 Juni 2021, 23:36 WIB
Upaya vaksinasi di negara itu telah melambat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir karena kekurangan...
AFP/Atta Kenare.

Raisi Tolak Bertemu Biden tapi Ingin Hubungan dengan Saudi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 22:49 WIB
Raisi, seorang ulama ultrakonservatif yang mengepalai peradilan Iran, akan menggantikan Presiden moderat Hassan Rouhani pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya