Senin 17 Mei 2021, 07:56 WIB

Majelis Umum PBB Siapkan Seruan Embargo Senjata Myanmar

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Majelis Umum PBB Siapkan Seruan Embargo Senjata Myanmar

AFP
Pemerintahan junta militer Myamar saat menggelar kesiapsiagaan pasukan militernya beberapa waktu lalu.

 

MAJELIS Umum PBB akan mempertimbangkan rancangan resolusi tidak mengikat yang menyerukan penangguhan segera atas transfer senjata ke junta militer Myanmar.

Tidak seperti resolusi Dewan Keamanan, resolusi Majelis Umum tidak mengikat tetapi membawa signifikansi politik yang kuat.

Jika persetujuan melalui konsensus tidak dapat dicapai, maka Majelis Umum penuh dengan 193 negara anggota akan memberikan suara pada tindakan tersebut.

Diperkenalkan oleh Liechtenstein, dengan dukungan dari Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat, tindakan tersebut akan dipertimbangkan pada rapat pleno yang ditetapkan pada Selasa pukul 19.00 GMT.

Rancangan resolusi ini menyerukan penangguhan segera pasokan, penjualan, atau transfer langsung dan tidak langsung semua senjata, amunisi, dan peralatan terkait militer lainnya ke Myanmar.

"Pertemuan itu akan dilakukan secara langsung," kata seorang juru bicara PBB.

Draf tersebut, yang telah dinegosiasikan selama berminggu-minggu, disponsori bersama oleh 48 negara, dengan Korea Selatan menjadi satu-satunya negara Asia.

Rancangan ini juga menyerukan kepada militer untuk mengakhiri keadaan darurat dan segera menghentikan semua kekerasan terhadap demonstran damai, serta segera dan tanpa syarat membebaskan Presiden Win Myint, Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, serta semua orang yang telah ditahan, didakwa atau ditangkap dengan sewenang-wenang sejak kudeta 1 Februari.

Draf tersebut menambahkan seruan untuk segera menerapkan konsensus lima poin yang dicapai dengan para pemimpin dari 10 negara Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) pada 24 April, untuk memfasilitasi kunjungan utusan khusus PBB ke Myanmar, serta untuk menyediakan akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan.

Beberapa LSM telah lama menyerukan embargo senjata di Myanmar.

Sejak 1 Februari, Dewan Keamanan dengan suara bulat telah mengadopsi empat pernyataan tentang Myanmar, tetapi setiap kali, pernyataan itu telah dilemahkan dalam diskusi, terutama oleh Beijing. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Pejuang Anti-Kudeta Myanmar Mundur dari Kota Mindat

Baca Juga

MANDEL NGAN / AFP

AS Siap Minta Pertanggungjawaban Presiden Terpilih Iran Soal HAM

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 22 Juni 2021, 13:42 WIB
AS berjanji akan meminta pertanggungjawaban Presiden Iran yang baru-baru ini terpilih Ebrahim Raeisi atas potensi pelanggaran hak asasi...
AFP/EVARISTO SA

Diingatkan Wartawan Pakai Masker, Bolsonaro Ngamuk

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 Juni 2021, 12:21 WIB
Wartawan televisi TV Vanguarda, bagian dari jaringan Globo, mengingatkan kepada Bolsonaro bahwa dia telah didenda di sejumlah negara bagian...
AFP/Sia KAMBOU

Kembali ke Pantai Gading, Gbagbo Gugat Cerai Istrinya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 Juni 2021, 11:33 WIB
Gugatan itu diajukan empat hari setelah Gbagbo kembali di Pantai Gading setelah melarikan diri dari negara itu selama satu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya