Sabtu 15 Mei 2021, 10:15 WIB

Rusia Tetapkan AS-Republik Ceko Sebagai Negara tak Bersahabat

Nur Aivanni | Internasional
Rusia Tetapkan AS-Republik Ceko Sebagai Negara tak Bersahabat

AFP/SHAMIL ZHUMATOV
Jubir Rusia Dmitry Peskov

 

RUSIA secara resmi menetapkan Amerika Serikat dan Republik Ceko sebagai "negara yang tidak bersahabat" di tengah krisis terbesar dalam hubungan antara Moskow dan Washington dalam beberapa tahun.

Pemerintah Rusia mengeluarkan dekrit yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin yang disertai dengan daftar negara tidak bersahabat yang telah melakukan tindakan tidak ramah terhadap Rusia, warga negara Rusia atau entitas Rusia.

Daftar tersebut sekarang mencakup AS dan Republik Ceko. Kedutaan Ceko, kata otoritas Moskow, akan diizinkan untuk mempekerjakan tidak lebih dari 19 warga negara Rusia, sementara Kedutaan AS tidak ada sama sekali.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow tetap siap untuk berdialog, lapor kantor berita negara TASS, yang menekankan fakta Rusia sekarang hanya memiliki dua negara dalam daftar negara yang tidak bersahabat.

Menanggapi itu, Praha mengatakan langkah itu hanya akan meningkatkan hubungan antara Moskow dan Republik Ceko, Uni Eropa dan sekutunya.

"Kami menyesal bahwa Rusia telah memulai jalan konfrontasi yang merugikannya sendiri," kata Kementerian Luar Negeri Ceko dalam sebuah pernyataan.

"Tindakan ini juga secara tidak langsung akan mempengaruhi potensi pengembangan hubungan antara warga biasa, pariwisata, dan pengembangan hubungan bisnis," tambahnya.

Baca juga: Masih ada 100 Ribu Tentara Rusia di Perbatasan Ukrania

Kepala Uni Eropa Charles Michel mencuit di Twitter mengenai solidaritas penuh blok itu dengan Praha saat dia bersikeras langkah itu merusak hubungan diplomatik.

"Upaya untuk memecah Uni Eropa sia-sia," tulis Michel.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan telah meningkat antara Rusia dan Barat karena sejumlah masalah, termasuk peningkatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, campur tangan dalam pemilu AS dan aktivitas lain yang dianggap bermusuhan.

Hubungan Rusia-AS memburuk dengan cepat setelah Presiden AS Joe Biden meningkatkan tekanan pada Kremlin sejak menjadi Presiden AS pada Januari.

Pada April, Washington mengumumkan sanksi dan pengusiran 10 diplomat Rusia sebagai pembalasan atas apa yang dikatakannya sebagai campur tangan Kremlin dalam pemilu AS, serangan siber yang masif, dan aktivitas bermusuhan lainnya.

Menanggapi itu, Rusia mengusir 10 diplomat AS, melarang pejabat tinggi AS memasuki negara itu dan melarang kedutaan besar AS mempekerjakan warga negara asing.

Setelah Biden menyamakan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan seorang "pembunuh", Rusia untuk sementara menarik duta besarnya dari Amerika Serikat dan kemudian mengatakan butusan AS juga harus pergi ke Washington untuk berkonsultasi.

Ketegangan juga meningkat dengan Republik Ceko setelah Praha menuduh intelijen militer Rusia berada di balik ledakan mematikan di Republik Ceko bagian timur pada tahun 2014.

Bulan lalu, Moskow mengatakan akan membatasi jumlah staf kedutaan Ceko dalam tindakan balas dendam setelah negara UE mengumumkan akan mengusir puluhan diplomat Rusia.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP

Hari ini, Biden dan Putin akan Berhadapan di Jenewa

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 16 Juni 2021, 16:11 WIB
Pertemuan keduanya akan digelar di sebuah vila mewah yang menghadap ke Danau Jenewa, yang mungkin terdengar indah, tetapi pertemuan...
AFP

Myanmar Laporkan Kasus Varian Baru Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 16 Juni 2021, 14:55 WIB
Setidaknya, ada tiga varian baru covid-19 yang ditemukan otoritas Myanmar dan tersebar di sejumlah wilayah. Rinciannya, varian Alpha, Delta...
AFP

Takut Ditangkap, Demonstran Terluka Hindari Rumah Sakit Junta Myanmar

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 16 Juni 2021, 13:08 WIB
Para pengunjuk rasa yang tertembak selama demonstrasi menentang rezim militer Myanmar menghindari perawatan untuk luka-luka mereka, takut...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya