Jumat 14 Mei 2021, 13:30 WIB

WHO: Varian Virus Korona India-Afrika Selatan Ditemukan di AS

Nur Aivanni | Internasional
WHO: Varian Virus Korona India-Afrika Selatan Ditemukan di AS

Ilustrasi
Virus Covid-19

 

EMPAT varian virus korona yang paling mengkhawatirkan telah terdeteksi di hampir semua negara dan wilayah Amerika, tetapi meskipun lebih mudah menular, tidak ada bukti bahwa mereka lebih mematikan. Hal itu disampaikan oleh pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Jairo Mendez kemarin.

Dalam webinar oleh Pan American Health Organisation (PAHO), ahli penyakit menular WHO itu mengatakan vaksin yang diberikan di wilayah tersebut memberikan perlindungan lebih terhadap varian tersebut.

Baca juga: Warga AS Diminta tidak Lakukan Perjalanan ke Israel

"Yang masih belum kami ketahui adalah apakah orang yang divaksinasi lengkap dan tidak sakit masih bisa menularkan virus ke orang lain. Masih banyak yang harus dipelajari," kata Mendez.

Varian terbaru, varian B.1.617 dari India, katanya, telah terdeteksi dalam kasus di delapan negara Amerika, termasuk Kanada dan Amerika Serikat.

Satu kasus sedang diselidiki, dan lainnya dengan varian itu adalah pelancong di Panama dan Argentina yang datang dari India atau Eropa. Di Karibia, kasus varian India telah terdeteksi di Aruba, Dutch St Maarten dan Guadeloupe.

B.117 yang lazim di Inggris telah ditemukan dalam kasus yang dilaporkan di 34 negara atau wilayah di Amerika, sedangkan varian B.1.351 dari Afrika Selatan telah dilaporkan di 17 negara atau wilayah di Amerika.

Sementara itu, kata pakar WHO itu, apa yang disebut Brasil dengan varian P.1 sejauh ini telah terdeteksi di 21 negara.

"Varian ini memiliki kapasitas transmisi yang lebih besar, tetapi sejauh ini kami belum menemukan konsekuensi tambahan apa pun," kata Mendez. "Satu-satunya kekhawatirannya adalah mereka menyebar lebih cepat," tambahnya.

Varian tersebut dikaitkan dengan kematian yang lebih tinggi, terangnya, karena peningkatan jumlah kasus covid-19, bukan karena virus itu telah bermutasi menjadi versi yang lebih mematikan. (Malay Mail/OL-6)
 

Baca Juga

AFP/Pedro Rocha.

Adu Argumen Anggota Parlemen Italia tentang RUU Homofobia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:55 WIB
Di Italia yang secara tradisional Katolik, Vatikan secara historis memiliki pengaruh besar, tetapi tetap relatif tenang ketika parlemen...
AFP/Alessandra Tarantino.

Vatikan Protes terhadap Rancangan UU Homofobia Italia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:48 WIB
Aturan itu berusaha menghukum tindakan diskriminasi dan hasutan untuk melakukan kekerasan terhadap kaum gay, lesbian, transgender, dan...
abc.net.au

Duterte Ancam Bakal Penjarakan Penolak Vaksin

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 21:00 WIB
Pernyataan Duterte bertentangan dengan pejabat pemerintah yang mengatakan bahwa meski masyarakat diminta untuk bersedia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya