Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
GENCATAN senjata selama tiga hari disepakati Taliban dan pasukan Afghanistan pada Kamis (13/5) ini, atau bertepatan dengan Idulfitri. Kedua kubu terlibat bentrokan sengit selama berminggu-minggu.
Kesepakatan itu diusulkan para militan dan disetujui oleh Presiden Ashraf Ghani. Diketahui, kekerasan telah meningkat di negara itu sejak Amerika Serikat (AS) melewatkan tenggat waktu 1 Mei, yang disepakati dengan Taliban pada tahun lalu. Bahwasanya AS berjanji untuk menarik semua tentaranya.
Gencatan senjata kali ini akan menjadi jeda keempat dalam pertempuran hampir 20 tahun. Diharapkan memberi kelonggaran bagi warga Afghanistan untuk merayakan Idulfitri.
Baca juga: AS-UE Serukan Dimulainya Kembali Pembicaraan Damai Afghanistan
"Saya belum melihat kerabat saya yang tinggal di provinsi Logar selama satu tahun. Saya akan menggunakan kesempatan ini untuk pergi ke daerah yang dikuasai Taliban dan mengunjungi mereka," tutur Mustafa, seorang warga Kabul.
Puluhan ribu warga Afghanistan dilaporkan tewas dan jutaan orang lainnya mengungsi akibat konflik tersebut. Kelompok Taliban kembali menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan.
Baca juga: Baku Tembak Taliban-Tentara Afghanistan Bentrok Kembali Terjadi
Militan dan pemerintah Afghanistan pun melancarkan pembicaraan damai pada September tahun lalu. Namun, kemajuan terhenti meski ada upaya internasional untuk memulai perundingan.
Gencatan senjata di masa lalu sebagian besar sudah dilaksanakan. Dalam hal yang dianggap secara luas sebagai latihan oleh kepemimpinan Taliban. Tujuannya, membuktikan bahwa mereka memiliki kendali yang kuat atas berbagai faksi di seluruh negeri untuk membentuk gerakan garis keras.
"Dia (pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada) ingin menunjukkan bahwa dia adalah penguasa perang dan perdamaian," ujar analis politik Afghanistan Fawad Kochai, yang berbasis di Kabul.(France24/OL-11)
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Tragedi berdarah terjadi saat Ramadan di Kabul. Serangan udara Pakistan mengenai RS Omid, menewaskan ratusan pasien yang sedang berbuka puasa dan salat.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Partai Gema Bangsa mengutuk tanpa kompromi setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang memicu eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sugiono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Iran di Teheran agar menyiapkan berbagai opsi jika sewaktu-waktu evakuasi perlu dilakukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved