Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS), Selasa (27/4), mengumumkan kebijakan baru untuk menekan organisasi kriminal transnasional yang terlibat menyelundupkan imigran ilegal masuk ke 'Negeri Paman Sam' itu.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas mengatakan operasi yang diberi nama Operasi Sentinel itu akan menyatukan sejumlah badan penegak hukum dan penjaga perbatasan dengan Departeman Dalam Negeri untuk menyulitkan organisasi kriminal itu melakukan perjalanan internasional atau memindahkan uang mereka.
"Organisasi-organisasi kriminal ini meraup keuntungan dari hidup manusia. Mereka secara rutin mengorbankan para imigran untuk mendapatkan keuntungan besar dengan balasan janji yang kerap kosong untuk masuk ke AS dengan aman," ujar Mayorkas.
Baca juga: AS Minta Stafnya Tinggalkan Kedutaan Besar di Kabul
"Kami bertekad memangkas akses mereka untuk mendapatkan keuntungan dengan mencegah organisasi kriminal ini untuk melakukan perjalanan, perdagangan, dan aktivitas keuangan di AS. Kami akan menghentikan semua jaringan logistik yang digunakan organisasi itu selama ini," lanjutnya.
Mayorkas, yang menghadapi meroketnya jumlah imigran yang masuk ke AS dari Meksiko, mengatakan dirinya ingin memangkas jaringan penyelundup imigran itu dari semua sisi.
Hal itu mencakup mencabut dokumen perjalanan, membekukan rekening bank, dan mengeblok aktivitas dagang lintas batas.
Mayorkas mengatakan Meksiko dan negara Amerika Tengah asal mayoritas imigran yang masuk ke AS telah sepakat membantu operasi baru itu. (AFP/OL-1)
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut risiko serangan AS ke Iran tidak hanya berasal dari sentimen pasar tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer negaranya akan terus berlangsung dengan kekuatan penuh.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos tunjukkan hanya 25% warga AS dukung serangan ke Iran. Risiko lonjakan harga BBM dan korban jiwa tentara jadi ancaman bagi posisi Trump.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved