Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HELIKOPTER Mars Ingenuity, Minggu (25/4), melakukan penerbangan ketiganya di Planet Merah itu, bergerak lebih cepat dan lebih jauh dibandingkan dua penerbangan sebelumnya, dengan kecepatan maksimal 2 meter per detik.
Setelah di dua penerbangan sebelumnya, helikopter itu melayang di atas permukaan Mars, di penerbangan ketiganya, Ingenuity bergerak hingga jarak 50 meter dan mencapai kecepatan 2 meter per detik.
"Penerbangan hari ini berjalan sesuai rencana. Namun, hal itu tetap saja terasa luar biasa," ujar Program Executive Ingenuity Dave Lavery.
Baca juga: Kapal Tanker Iran Diserang, Tiga Tewas
Kendaraan penjelajah Mars Perseverance, yang membawa helikopter seberat 1,8 kilogram itu ke Mars, merekam penerbangan ketiga yang berlangsung selama 80 detik. Video itu akan dikirim ke Bumi, dalam beberapa hari ke depan.
Penerbangan lateral itu merupakan ujian bagi sistem otomatis Ingenuity.
"Jika Ingenuity terbang terlalu cepat, sistem algorimatnya tidak akan bisa merekam kondisi permukaan Mars," ujar NASA dalam sebuah pernyataan resmi.
Penerbangan Ingenuity di Mars menantang karena kondisi yang berbeda dibandingkan Bumi, yang terutama adalah atmosfer Mars yang hanya memiliki ketebalan kurang dari 1% ketebalan atmosfeer Bumi.
Hal itu berarti baling-baling Ingenuity, yang memiliki panjang 1,2 meter harus berputar 2.400 revolusi per menit, lima kali lebih cepat dibandingkan helikopter di Bumi.
Misi Ingenuity akan berakhir satu bulan lagi agar Perseverance bisa melakukan tuga utamanya yaitu mencari bukti kehidupan mikroba purba di Mars. (AFP/OL-1)
Mars sejak lama dijuluki Planet Merah. Julukan ini sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika berbagai peradaban mengamati langit malam dan melihat Mars bersinar dengan warna kemerahan.
Waktu di planet Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan Bumi akibat perbedaan gravitasi dan lintasan orbit. Apa dampaknya bagi manusia, teknologi, dan misi antariksa?
Mars memiliki gravitasi yang jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, sekitar lima kali lebih kecil. Selain itu, Mars juga berada lebih jauh dari Matahari
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA baru saja mencatat tonggak sejarah dengan menangkap 100.000 foto permukaan Mars melalui kamera canggih HiRISE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved