Rabu 07 April 2021, 10:42 WIB

Tiongkok Hukum Mati Mantan Pejabat Pemerintah Uighur

 Nur Aivanni | Internasional
Tiongkok Hukum Mati Mantan Pejabat Pemerintah Uighur

TIMOTHY A. CLARY / AFP
Para demonstran di New York, AS, Senin (22/3/2021) menunjukkan sejumlah poster warga Uighur yang ditangkap otoritas Tiongkok.

 

DUA mantan pejabat pemerintah Uighur di Xinjiang Tiongkok telah dijatuhi hukuman mati karena dituduh melakukan kegiatan separatis.

Shirzat Bawudun, mantan Kepala Departemen Kehakiman Xinjiang, telah dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman dua tahun atas tuduhan memecah belah negara, menurut pernyataan yang dirilis pada Selasa di situs web pemerintah Xinjiang.

Bawudun telah dituduh pemerintah Tiongkok bersekongkol dengan organisasi teroris, menerima suap, dan melakukan kegiatan separatis, kata Wang Langtao, Wakil Presiden Pengadilan Tinggi Rakyat Xinjiang, pada konferensi pers.

Bawudun dinyatakan bersalah karena berkolusi dengan East Turkestan Islamic Movement (ETIM) - yang terdaftar sebagai kelompok "teroris" oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa - setelah bertemu dengan seorang anggota kunci kelompok itu pada tahun 2003, menurut kantor berita negara Xinhua.

AS telah menghapus kelompok itu dari daftar kelompok teror pada November 2020 lalu, dengan mengatakan tidak ada bukti yang dapat dipercaya bahwa ETIM terus ada.

Bawudun, kata Xinhua, juga secara ilegal membuktikan informasi kepada kekuatan asing serta melakukan kegiatan keagamaan ilegal di pernikahan putrinya.

Pernyataan pengadilan mengatakan Sattar Sawut - mantan direktur departemen pendidikan Xinjiang - juga dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman dua tahun setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan separatisme dan menerima suap.

Sawut, kata para pejabat, dinyatakan bersalah karena memasukkan konten separatisme etnis, kekerasan, terorisme, dan ekstremisme agama ke dalam buku pelajaran dalam bahasa Uighur.

Pengadilan mengatakan buku pelajaran tersebut telah mempengaruhi beberapa orang untuk berpartisipasi dalam serangan di ibu kota Urumqi termasuk kerusuhan yang mengakibatkan sedikitnya 200 kematian pada tahun 2009.

Yang lainnya menjadi anggota kunci dari kelompok separatis yang dipimpin oleh mantan guru perguruan tinggi Ilham Tohti - seorang ekonom Uighur yang dipenjara seumur hidup atas tuduhan separatisme pada tahun 2014. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Andrew Harnik.

AS Kecam Israel Atas Pembangunan Baru di Tepi Barat

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 14:45 WIB
Reaksi itu muncul setelah empat tahun di bawah Donald Trump, Amerika Serikat memberikan lampu hijau untuk aktivitas Israel di tanah...
Taiwan

Tiongkok Sebut Taiwan Tak Punya Hak Bergabung dengan PBB

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 14:42 WIB
Menlu AS Antony Blinken mendesak pernyertaan yang lebih besar dari Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri di lembaga-lembaga...
AFP

11 Orang Tewas dalam Serangan di Irak

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 14:16 WIB
Serangan terhadap Al-Rashad di provinsi Diyala menyebabkan 11 tewas dan 13...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya