Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi, Senin (22/3), menawarkan kelompok pemberontak Huthi di Yaman gencatan senjata sebagai bagian dalam rangkaian tawaran baru dalam upaya mengakhiri konflik selama enam tahun terakhir.
Namun, kelompok Huthi langsung menolak tawaran itu saat mereka tengah meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk fasilitas minyak mereka, dan berusaha merebut kekuasaan di Yaman.
"Tawaran ini mencakup gencatan senjata komprehensif di seluruh Yaman di bawah pengawasan PBB," ungkap pemerintah Arab Saudi dalam sebuah pernyataan resmi.
Baca juga: Joe Biden Janjikan Fasilitas Tambahan Bagi Para Imigran
Riyadh juga mengusulkan pembukaan kembali bandara internasional di Sanaa dan memulai kembali perundingan damai antara kelompok Huthi dan pemerintah Yaman.
"Kami ingin semua senjata dibisukan," ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
"Inisiatif ini akan berlaku saat kelompok Huthi menerimanya," imbuhnya.
Pemerintah Yaman menerima tawaran Arab Saudi itu sementara Huthi menyebut tidak ada baru dari tawaran itu saat mereka menuntut Arab Saudi mencabut blokade udara dan laut terhadap Yaman.
"Arab Saudi harus menyatakan mereka menghentikan aksi agresi mereka dan mencabut blokade sepenuhnya," tegas juru bicara Huthi, Mohammed Abdulsalam.
Riyadh memimpin sebuah koalisi militer ke Yaman pada 2015 untuk mendirikan sebuah pemerintahan yang kini diakui dunia internasional. Namun, mereka kesulitan mengatasi perlawanan dari kelompok Huthi, yang didukung Iran. (AFP/OL-1)
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved