Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA, Rabu (18/3), memanggil pulang duta besar mereka untuk Amerika Serikat (AS) setelah Presiden AS Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pembunuh dan akan membayar aksinya ikut campur dalam pemilu AS.
Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Biden ditanya soal laporan intelejen AS yang menyebut Putin berusaha menggagalkannya meraih kemenangan dalam pemilu November 2020 agar Trump kembali meraih kemenangan.
"Dia akan membayar mahal atas hal itu," tegas Biden.
Baca juga: Ini Alasan Biden tidak Hukum MBS Atas Pembunuhan Khashoggi
Ketika ditanya apakah Putin, yang dituding memerintahkan agar pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny diracun, adalah seorang pembunuh, Biden menjawab, "Iya, saya setuju dengan hal itu."
Pernyataan Biden itu dilansir saat Departemen Perdagangan AS mengaku akan memperketat pembatasan ekspor yang diberlakukan pada Rusia sebagai hukuman atas diracunnya Navalny.
Rusia membalas aksi itu dengan memanggil pulang duta besar mereka namun Moskow mengaku ingin mencegah memburuknya hubungan kedua negara.
"Duta Besar Rusia di Washington Anatoly Antonov telah diundang kembali ke Moskow untuk konsultasi yang bertujuan menganalisa apa yang harus dilakukan terkait hubungan dengan AS," ungkap Kementerian Luar Negeri Rusia.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan pihak yang bertanggung jawab atas memburuknya hubungan Rusia dan AS adalah Washington. (AFP/OL-1)
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved