Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
AMERIKA Serikat mengidentifikasi ada 24 pejabat senior Tiongkok yang diklasifikasikan sebagai yang memiliki peran penting dalam mencabut kebebasan Hong Kong, Rabu (17/3).
Keputusan itu diambil hanya beberapa jam sebelum pembicaraan akan dimulai antara pejabat senior AS dan Tiongkok di Alaska, pertemuan pertama sejak Presiden AS Joe Biden menjabat.
Hubungan AS dengan Tiongkok telah anjlok dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai masalah, termasuk tindakan keras Beijing terhadap perbedaan pendapat di Hong Kong setelah kota itu diguncang oleh aksi protes demokrasi yang besar dan sering disertai kekerasan hampir dua tahun lalu.
Di bawah Undang-Undang Otonomi Hong Kong - undang-undang yang diberlakukan tahun lalu dengan dukungan bipartisan - Departemen Luar Negeri harus mengidentifikasi pejabat Tiongkok dan Hong Kong yang terlibat dalam mengikis kebebasan di pusat keuangan tersebut.
Laporan itu menambahkan dua lusin nama baru sehingga jumlah total yang terdaftar menjadi 34.
"Lembaga keuangan asing yang dengan sengaja melakukan transaksi dengan orang-orang yang tercantum dalam laporan hari ini sekarang dikenakan sanksi," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.
Semua yang ada dalam daftar tersebut sudah dikenakan sanksi oleh Departemen Keuangan atau melalui perintah eksekutif dari pendahulu Biden, Donald Trump.
Mereka yang terdaftar kebanyakan adalah pejabat tinggi Partai Komunis di Beijing serta petugas polisi keamanan nasional di Hong Kong.
Blinken mengatakan penambahan daftar itu dilakukan saat Beijing pekan lalu bergerak untuk merusak secara sepihak sistem pemilu Hong Kong dengan memperkenalkan aturan baru yang secara efektif akan menghentikan oposisi untuk mencalonkan diri dalam pemilihan lokal yang sudah terbatas di kota tersebut.
"Tindakan ini semakin merusak tingkat otonomi yang dijanjikan kepada orang-orang di Hong Kong dan menyangkal suara warga Hong Kong dalam pemerintahan mereka sendiri," kata Blinken.
Blinken dan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan akan melakukan pembicaraan dengan pejabat senior Tiongkok Yang Jiechi dan Menteri Luar Negeri Wang Yi pada Kamis di Alaska.
Pembicaraan itu akan menjadi yang pertama antara kedua negara sejak Yang bertemu dengan pendahulu Blinken, Mike Pompeo, pada Juni lalu di Hawaii.
Pemerintahan Biden secara umum mendukung pendekatan yang lebih keras ke Tiongkok yang diprakarsai oleh Trump, tetapi juga bersikeras bahwa itu bisa lebih efektif dengan menopang aliansi dan mencari cara untuk bekerja sama pada hal yang prioritas seperti perubahan iklim.
Tiongkok pun geram terhadap sanksi AS atas Hong Kong menyusul pemberlakuan undang-undang keamanan nasional yang melarang banyak perbedaan pendapat di kota itu. (Straits Times/OL-13)
Beberapa analis menilai perayaan besar pada 3 September mendatang tidak hanya bersifat simbolis.
Para militer juga dirancang untuk menunjukkan kemajuan signifikan militer Tiongkok dalam proses modernisasi dan peningkatan kemampuan tempur.
XI Jinping Undang 26 Pemimpin Dunia Hadiri Parade Militer Hari Kemenangan Tiongkok ke-80. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengundang 26 pemimpin asing, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin
Tiongkok melakukan uji coba darat roket Long March-10 sebagai persiapan misi berawak ke Bulan sebelum 2030.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan hadir dalam parade militer di Beijing, Tiongkok, pekan depan.
Nvidia melaporkan laba kuartalan US$26,4 miliar. Namun, saham turun karena kekhawatiran gelembung AI dan penjualan chip H20 di Tiongkok.
Pejabat publik idealnya memaknai demokrasi dengan dialog dinamis, bukan hanya respons pasif pada tekanan massa.
Tulisan ini menelusuri dinamika politik Indonesia melalui lensa tiga filsuf Islam: Al-Farabi, Ibn Khaldun, dan Ali Shariati.
MENGINJAK usia 80 tahun Indonesia merdeka dan berdemokrasi, Laboratorium Indonesia 2045 menilai hubungan partai politik dan konstituen semakin memburuk.
Partai politik di Indonesia saat ini juga mengalami permasalah yang sama yakni konstituen lebih terikat pada tokoh daripada pada program atau ideologi partai.
PAKAR Hukum Tata Negara mempertanyakan urgensi pembentukan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, di tingkat global, tidak ada praktik serupa.
Gunjingan banyak orang bahwa NasDem adalah partai pragmatis, lagi medioker, sebenarnya dilandasi dua alasan mendasar.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved