Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Meksiko mengatakan sedikitnya 64 politisi telah dibunuh dalam enam bulan terakhir. Politisi di negara Amerika Latin itu, terutama di tingkat lokal, sering menjadi korban pertumpahan darah yang terkait dengan korupsi dan perdagangan narkoba bernilai miliaran dolar. Pemerintah mengatakan pihaknya akan meningkatkan keamanan bagi para kandidat menjelang pemungutan suara nasional, regional dan lokal pada 6 Juni.
"Kejahatan terorganisir dan kerah putih memiliki beragam tindakan untuk mempengaruhi pemilu ini, melalui strategi keterlibatan atau tekanan kekerasan," kata Menteri Keamanan Rosa Icela Rodriguez, Kamis (4/3).
Rodriguez mengatakan bahwa 73 kasus kekerasan politik telah tercatat antara September dan Februari, termasuk 64 pembunuhan.
"Kami sedang bekerja untuk mengekang peningkatan kejahatan ini karena organisasi kriminal berusaha untuk memperkuat operasi mereka melalui intimidasi dan meningkatkan pengaruh politik mereka," kata Rodriguez kepada wartawan.
Kejahatan paling umum yang menargetkan politisi adalah pembunuhan, penculikan, ancaman terhadap kerabat, pembakaran rumah dan pemerasan. Pada November, Florisel Rios, seorang walikota di negara bagian Veracruz, diculik dan dibunuh. Pada Januari, orang-orang bersenjata menembak mati seorang anggota kongres regional, Juan Antonio Acosta Cano, di negara bagian Guanajuato.
baca juga: Tewas Dalam Aksi, Gadis Myanmar Berpesan Ingin Donor Organ Tubuh
Bulan lalu, Leobardo Ramos Lazaro, seorang walikota di negara bagian Oaxaca, ditembak mati saat bepergian dengan truknya. Menurut perusahaan konsultan Etellekt, 153 politisi dibunuh selama kampanye berdarah untuk pemilu 2018, dan 90 persen kejahatan tersebut tetap tidak dihukum.
Lebih dari 300.000 orang telah dibunuh sejak pemerintah mengerahkan militer untuk memerangi perdagangan narkoba pada tahun 2006, menurut pihak berwenang sebagian besar pembunuhan tersebut terkait dengan kekerasan geng. (AFP/OL-3)
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa negaranya siap menjamin keamanan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved