Jumat 19 Februari 2021, 11:50 WIB

Warga Texas Sulit Peroleh Air Minum akibat Badai Musim Dingin

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Warga Texas Sulit Peroleh Air Minum akibat Badai Musim Dingin

AFP/Joe Raedle.
Warga Texas tengah berbelanja.

 

JUTAAN warga di Texas mengalami kekurangan air bersih setelah badai musim dingin ekstrem yang melanda negara bagian itu. Badai itu menyebabkan pipa-pipa meledak, mengganggu layanan, dan mencemari persediaan air.

Pejabat Texas memerintahkan 7 juta warga untuk merebus air keran sebelum meminumnya setelah suhu rendah yang melanda selama beberapa hari, merusak infrastruktur, dan membekukan pipa. Gangguan terhadap pasokan air terjadi setelah pemadaman listrik yang meluas karena badai, menyebabkan jutaan warga hidup tanpa listrik selama berhari-hari.

Meski Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan pada Kamis (18/2) sore bahwa semua pembangkit listrik di negara bagian itu kembali aktif. Tapi ratusan ribu rumah masih tidak teraliri listrik karena kabel putus dan masalah lain setelah badai. Lebih dari 13 juta warga Texas masih mengalami gangguan dalam layanan air.

Rumah sakit di Austin dan Houston termasuk di antara mereka yang berjuang akibat gangguan pasokan air. "Kami bekerja dengan rantai pasokan kami untuk menyediakan air bagi pasien, staf, dan operasional rumah sakit. Kami mulai menambah persediaan air di lokasi minggu lalu dan persediaan terus berdatangan,” kata CEO St David’s HealthCare di Austin, David Huffstutler.

"Kami terus bekerja dengan Kota Austin dalam upaya mengatasi pemadaman air, tetapi mereka tidak berhasil menyelesaikan masalah sistem air yang memengaruhi layanan dan tekanan air ke rumah sakit kami," tambahnya. Instalasi pengolahan air stabil pada Rabu, tetapi masih kesulitan dalam memulihkan air kepada pelanggan.

"Beberapa hari terakhir sangat parah. Kami kebanjiran, pipa meledak ke pasien. Kami harus memindahkan pasien itu. Untungnya, semua orang komunikatif,” kata Angelica Baton, perawat ICU di Texas Medical Center di Houston.

"Saya yakin semua orang mengalami kesulitan mereka sendiri, tetapi kami sedang mengalaminya," tambahnya. Perhatian utamanya yakni pasien yang membutuhkan cuci darah. "Jika Anda tidak memiliki air, bagaimana Anda bisa melakukannya?" tambahnya.

Seorang karyawan di Rumah Sakit Wanita Texas di Houston mengatakan, semua staf rumah sakit telah menerima pesan teks pada Rabu pagi yang mengatakan, "Semuanya, kami melakukan konservasi air darurat dengan segera. Seluruh kota tidak memiliki air. Harap jangan menyiram toilet atau melanjutkan dengan prosedur nondarurat."

Karyawan, yang identitasnya dirahasiakan, mengaku semakin stres setelah menerima teks tersebut. "Kami sudah merasa kewalahan bekerja di tengah badai es dan jauh dari keluarga, ditambah pandemi dan sekarang kami harus memastikan penghematan air kalau-kalau ada skenario terburuk," tuturnya.

"Tekanan air mengalami penurunan di seluruh negara bagian karena saluran membeku dan banyak penduduk meninggalkan keran yang menetes dengan harapan mencegah pipa membeku," kata Toby Baker, direktur eksekutif komisi Texas untuk kualitas lingkungan. Abbott mendesak penduduk untuk mematikan air di rumah mereka untuk mencegah pipa tidak semakin rusak dan menjaga tekanan dalam sistem kota.

Pada usia kehamilan 19 minggu, Lisa Gerow, telah membantu suaminya mengumpulkan kontainer salju sejak mereka kehabisan air pada Selasa malam di rumah mereka di San Antonio. "Kami seperti orang perintis, pergi keluar untuk mengumpulkan salju, anda tahu, dalam cuaca yang sangat dingin di malam hari," kata Gerow.

"Dibandingkan dengan orang lain, ini tidak terlalu buruk,” tambahnya. Gerow dan suaminya telah menggunakan air kemasan untuk menyikat gigi, mencuci tangan, dan memberi makan anjing mereka.

Mereka punya stok air soda beraroma untuk mereka sendiri. Kesempatan terakhir mereka untuk mandi pada Senin malam, sebelum tidur.

“Sejujurnya, saya bersyukur bahwa saya hamil dan saya tidak memiliki bayi yang baru lahir sekarang, mencoba untuk menjaga bayi yang baru lahir agar tetap hangat," kata Gerow.

"Atau, tahukah anda, air untuk membuat susu, dan semua hal lain yang bahkan saya belum tahu akan saya butuhkan," tuturnya.

Audrey Hartman, seorang warga Austin, yakin jaraknya yang dekat dengan rumah sakit mencegah listriknya padam, tetapi pipa di rumahnya meledak pada Rabu pagi. "Saya dan istri sedang berada di tempat tidur dan kami bangun dan dapat mendengar suara air," kata Hartman.

Dia telah mengisi setiap botol air yang tersedia untuk persiapan saat ini dan menganggap dirinya beruntung. "Saya sangat marah tentang yang terjadi pada orang lain. Saya marah dengan situasi Texas secara keseluruhan," ujarnya.

Cuaca telah mengganggu sistem air di beberapa kota bagian selatan lain, termasuk New Orleans dan Shreveport, Louisiana. Truk pemadam kebakaran kota mengirimkan air ke beberapa rumah sakit dan air kemasan dibawa masuk untuk pasien dan staf.

Sementara itu, puluhan ribu warga Texas bergulat dengan kerusakan air di rumah mereka. Pipa Nelson Garcia meledak pada Selasa membanjiri hampir setiap kamar di rumahnya di Houston. "Saya melihat langit-langit bercucuran air. Saya mematikan air tetapi banyak kerusakan sudah terjadi. Saya menghitung sekitar 10 lubang di pipa tembaga," tuturnya.

Dia mencoba mengambil air di rumah menggunakan mesin dari bisnis pembersihan karpetnya. Akan tetapi listrik mati sebelum dia memulai hal tersebut. Garcia, istri, dan ketiga anaknya sekarang tinggal bersama seorang teman berharap asuransi dapat menutupi biayanya.

"Saya punya teman yang melakukan renovasi dan dia berkata bahwa saya dengan mudah mencari sekitar US$20.000 untuk perbaikan. Saya tidak punya uang sebanyak itu di bank," ujarnya.

Katie Liu dan Carl Nunziato telah tinggal bersama teman-temannya setelah rumah mereka di Austin kehilangan aliran listrik pada Minggu malam. Ketika mereka pergi untuk memeriksa rumah pada Rabu, lampu mereka tiba-tiba berkedip saat listrik akhirnya pulih. Kemudian, dua pipa pecah.

Untungnya, banjir terjadi di bawah rumah dan mereka dapat melakukan perbaikan. "Tidak menyenangkan, tapi kami menyelesaikannya," kata Nunziato.

Pada Kamis, dengan stok dapur yang menipis setelah berhari-hari berbagi, mereka antre di luar toko bahan makanan setempat, bahkan saat hujan salju turun di sekitar mereka. "Benar-benar hanya berharap mendapatkan apa pun, tahu, bahan pokok selain mi," kata Liu.

Toko tersebut mengizinkan pelanggan untuk mengisi air dari kerannya, meskipun mereka harus merebusnya sebelum diminum. (The Guardian/OL-14)

Baca Juga

Stan HONDA / AFP

PM Singapura Minta Militer Myanmar Bebaskan Suu Kyi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 18:30 WIB
Diingatkan, demi kepentingan negaralah bagi militer untuk menyusun pengaturan dengan pemerintah sipil terpilih, karena cara militer tidak...
AFP/Lionel BONAVENTURE

Twitter Bakal Terapkan Peringatan Cuitan Berisi Misinformasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 18:03 WIB
Twitter menyadari peran perusahaan dalam memberikan informasi kesehatan yang kredibel kepada masyarakat...
AFP/Victoria Jones

Periksa Jantung, Pangeran Philip Pindah Rumah Sakit

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:01 WIB
Suami Ratu Elizabeth ini masuk ke rumah sakit King Edward VII dua pekan lalu untuk perawatan infeksi yang tidak berhubungan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya