Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menampik soal komentar tim peneliti asal-usul covid-19 yang menyebut sangat tidak mungkin virus itu bocor dari laboratorium virologi Wuhan. Tedros menuturkan, tim masih mengerjakan laporan akhir serta mengklarifikasi bahwa semua hipotesis tetap terbuka dan membutuhkan studi lebih lanjut.
“Seperti diketahui, tim ahli independen yang mempelajari asal muasal virus covid-19 telah menyelesaikan perjalanannya ke Tiongkok. Ini adalah tim internasional yang terdiri dari para ahli dari Australia, Denmark, Jerman, Jepang, Belanda, Qatar, Federasi Rusia, Inggris Raya, Amerika Serikat dan Vietnam,” kata Tedros kepada negara-negara anggota WHO dalam sebuah pengarahan pada Kamis (12/2).
“Tim juga termasuk ahli dari WHO, FAO dan OIE. Saya ingin memulai dengan berterima kasih kepada semua anggota tim internasional atas pekerjaan mereka. Ini menjadi latihan ilmiah yang sangat penting dalam keadaan yang sangat sulit," imbuhnya.
“Tim ahli masih mengerjakan laporan akhirnya. Kami berharap untuk menerima laporan dan penjelasan lengkapnya. Beberapa pertanyaan telah diajukan, apakah beberapa hipotesis telah dibuang. Saya ingin mengklarifikasi bahwa semua hipotesis tetap terbuka dan memerlukan studi lebih lanjut,” jelasnya.
Baca juga: Covid-19 Bukan dari Lab Wuhan, AS Ingin Kaji Laporan WHO
Spesialis Keamanan Pangan dan Penyakit Hewan WHO sekaligus Ketua Tim Investigasi Peter Ben Embarek mengatakan, “Sementara kecelakaan memang terjadi. Belum ada publikasi atau penelitian tentang virus ini atau yang dekat dengan virus ini, di mana pun di dunia”.
Dia mengatakan, timnya mewawancarai karyawan dan memeriksa proses audit kesehatan ketika mereka mengunjungi Institut Virologi Wuhan dan menilai sangat tidak mungkin ada yang bisa lolos dari tempat itu.
Embarek menambahkan, hipotesis penularan zoonosis langsung dari hewan ke manusia layak untuk studi investigasi lebih lanjut.
“Tetapi jalur yang paling mungkin adalah melalui spesies perantara yang berpotensi lebih dekat dengan manusia, di mana virus dapat beradaptasi dan bersirkulasi dan kemudian melompat kepada manusia,” tukasnya.
Namun, tidak mungkin untuk mengidentifikasi suatu spesies sebagai reservoir alami meskipun ribuan pengujian pada berbagai hewan.(The Guardian/OL-5)
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved