Selasa 02 Februari 2021, 08:32 WIB

Iran Minta Eropa dan AS Koordinasi Kembali Kesepakatan Nuklir

Nur Aivanni | Internasional
Iran Minta Eropa dan AS Koordinasi Kembali Kesepakatan Nuklir

Iranian Presidency / AFP
Menteri Luar NegeriĀ  Iran Mohammad Javad Zarif

 

MENTERI Luar Negeri Iran meminta Uni Eropa untuk berkoordinasi dengan Washington dan Teheran ke dalam kesepakatan nuklir, setelah kebuntuan diplomatik tentang siapa yang akan bertindak terlebih dahulu.

Presiden AS Joe Biden telah menyuarakan dukungan untuk kembali ke perjanjian tersebut, setelah pendahulunya Donald Trump menarik diri dari kesepakatan itu. Tetapi, AS bersikeras bahwa Teheran pertama-tama melanjutkan kepatuhannya dengan membalikkan langkah-langkah yang telah diambil sebagai bentuk protes terhadap sanksi yang dijatuhkan Trump.

Menteri Luar Negeri  Iran Mohammad Javad Zarif, yang sebelumnya menuntut diakhirinya sanksi AS, menawarkan jalan ke depan dalam wawancara di CNN International. 

"Anda tahu dengan jelas bahwa pada dasarnya ada mekanisme untuk menyinkronkannya atau mengoordinasikan apa yang bisa dilakukan," katanya kepada pewawancara Christiane Amanpour, Senin (1/2).

Zarif mengatakan bahwa Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell harus berperan dalam posisinya sebagai koordinator perjanjian tahun 2015. Borrell, kata Zarif, dapat menyusun tindakan yang perlu diambil oleh Amerika Serikat dan tindakan yang perlu diambil oleh Iran.

"Amerika Serikat perlu kembali ke kepatuhan dan Iran akan segera siap menanggapi. Masalahnya bukan waktunya," katanya.

Trump keluar dari kesepakatan yang dinegosiasikan di bawah mantan Presiden Barack Obama. Pemerintahan Biden berpendapat bahwa tindakan Trump menjadi bumerang, dengan Iran menjauh dari kesepakatan nuklir dan hanya mengintensifkan penentangannya terhadap kepentingan AS.

baca juga: Iran Minta Biden Cabut Sanksi AS Tanpa Syarat

Tapi Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan bahwa kembali ke kesepakatan nuklir tidak akan cepat.

"Jika Iran memutuskan untuk kembali ke perjanjian, itu mungkin memakan waktu, kemudian kami butuh waktu untuk menilai apakah mereka telah memenuhi kewajiban mereka," kata Blinken kepada NBC News dalam sebuah wawancara yang disiarkan Senin.

Dalam wawancaranya, Zarif mengatakan bahwa Iran dapat kembali ke komitmen sebelumnya dalam waktu kurang dari sehari. 

"Beberapa mungkin memakan waktu beberapa hari atau minggu, tetapi tidak akan memakan waktu lebih lama," kata Zarif. (AFP/OL-3)

Baca Juga

AFP/Jonathan NACKSTRAND

Warga Iran di Eropa Gelar Demonstrasi Memprotes Tewasnya Amini

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 11:39 WIB
Para demonstran berkumpul di Place du Chatelet di Paris dan meneriakan slogan yang mengecam pemimpin Iran Ayatolrah Ali...
ANTARA/HO-BPMI Setwapres

Wapres Bertolak ke Jepang untuk Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 10:37 WIB
Pada Selasa (27/9), pukul 14.00 waktu setempat, Ma'ruf Amin dan Wury menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan Shinzo Abe di Nippon...
AFP/Iranian Army office

Iran Kecewa Ukraina Turunkan Hubungan Diplomasi

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 25 September 2022, 10:17 WIB
Kanani tidak membantah atau membenarkan penjualan drone Iran ke Moskow. Tetapi ia mengatakan Iran telah menerapkan kebijakan netralitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya