Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin telah menandatangani perpanjangan traktat kontrol senjata nuklir yang tersisa antara Rusia dan Amerika Serikat, seminggu sebelum pakta tersebut berakhir.
Kedua majelis parlemen Rusia memberikan suara bulat pada Rabu (27/1) untuk memperpanjang perjanjian New Start selama lima tahun. Putin dan Presiden AS Joe Biden telah membahas perjanjian nuklir sehari sebelumnya. Kremlin pun lantas setuju untuk menyelesaikan prosedur perpanjangan yang diperlukan dalam beberapa hari ke depan.
New Start berakhir pada 5 Februari. Perpanjangan pakta tidak memerlukan persetujuan kongres di AS, tetapi anggota parlemen Rusia harus meratifikasi langkah tersebut. Diplomat Rusia mengatakan perpanjangan akan divalidasi dengan bertukar catatan diplomatik setelah semua prosedur selesai.
Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev tersebut membatasi setiap negara tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir yang dikerahkan serta 700 rudal dan pembom yang dikerahkan, dan menghadapi inspeksi di tempat yang luas untuk memverifikasi kepatuhan.
Selama kampanye kepresidenen, Biden mengindikasikan lebih menyukai pelestarian New Start, yang dinegosiasikan selama masa jabatannya sebagai Wakil Presiden di bawah pimpinan Obama.
Rusia telah lama mengusulkan perpanjangan pakta tanpa syarat atau perubahan apa pun, tetapi pemerintahan mantan Presiden Donald Trump menunggu hingga tahun lalu untuk memulai pembicaraan dan membuat perpanjangan itu bergantung pada serangkaian tuntutan. Pembicaraan terhenti, dan perundingan berbulan-bulan gagal mempersempit perbedaan.
Baca juga: Biden akan Perpanjang Perjanjian New START
Setelah Moskow dan Washington menarik diri dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah 1987 pada 2019, New Start adalah satu-satunya kesepakatan kendali senjata nuklir yang tersisa antara kedua negara.
Awal bulan ini, Rusia mengumumkan akan mengikuti AS menarik diri dari Perjanjian Open Skies, yang memungkinkan penerbangan pengawasan di atas fasilitas militer untuk membantu membangun kepercayaan dan transparansi antara Rusia dan barat.
Para pendukung pengawasan senjata memuji perpanjangan New Start sebagai pendorong keamanan global serta mendesak Rusia dan AS untuk mulai merundingkan perjanjian tindak lanjut.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, pemimpin negosiator negara itu di New Start, mengatakan, awal pekan ini Rusia siap untuk berdiskusi tentang pemotongan senjata prospektif, yang dia indikasikan juga harus melibatkan senjata presisi non-nuklir dengan jangkauan strategis.
Rusia telah menawarkan untuk memperpanjang New Start selama lima tahun sebelum Biden menjabat, kemungkinan yang dipertimbangkan oleh pakta tersebut pada saat perjanjian itu ditandatangani.
Trump berargumen perjanjian itu merugikan AS. Awalnya, dia bersikeras menambahkan Tiongkok sebagai pihak dalam pakta tersebut. Beijing secara blak-blakan menolak gagasan itu. Pemerintahan Trump kemudian mengusulkan perpanjangan New Start selama satu tahun dan berusaha untuk memperluasnya untuk memasukkan batasan senjata nuklir medan perang dan perubahan lainnya, dan pembicaraan terhenti.(The Guardian/OL-5)
Perundingan damai Ukraina-Rusia di Abu Dhabi, Emirat Arab, berakhir tanpa kesepakatan di tengah serangan masif rudal Rusia ke Kyiv yang memutus listrik 1,2 juta rumah warga.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Serangan besar Rusia menghantam Kyiv dan Kharkiv, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 23 lainnya. Serangan drone dan rudal terjadi di tengah upaya diplomasi damai.
Jet tempur Jepang cegat pengebom nuklir Rusia Tu-95MS di Laut Jepang. Ketegangan meningkat di tengah sengketa Kepulauan Kuril dan penguatan aliansi militer AS-Jepang.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved