Senin 25 Januari 2021, 00:30 WIB

Vaksinasi Massal Iran Digelar Beberapa Minggu Lagi

Mediaindonesia.com | Internasional
Vaksinasi Massal Iran Digelar Beberapa Minggu Lagi

AFP/-
Seorang petugas kesehatan menyiapkan suntikan untuk seorang wanita selama fase uji coba pertama vaksin covid-19 buatan lokal.

 

VAKSINASI massal di Iran akan berlangsung pada beberapa minggu ke depan. Vaksin buatan asing masih dibutuhkan sampai vaksin buatan dalam negeri tersedia.
Presiden Iran Hassan Rouhani menyampaikan itu dalam pidatonya pada Sabtu (23/1).  Ia tidak menyebutkan asal perusahaan pembuat vaksin.

Pidato Rouhani itu disiarkan oleh televisi nasional saat kasus kematian akibat covid-19 di Iran turun ke titik terendah sejak lebih dari tujuh bulan terakhir. Beberapa pejabat terkait juga mengumumkan tidak ada lagi kota merah atau area yang berisiko tinggi di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei awal bulan ini melarang pemerintah mengimpor vaksin covid-19 dari Amerika Serikat dan Inggris. Menurut Khamenei, dua negara itu kemungkinan berupaya menyebarkan virus ke negara-negara lain.

Rouhani, yang mengikuti larangan Khamenei, mengatakan pemerintah akan membeli vaksin buatan negara-negara asing yang aman. Iran memulai uji klinis vaksin buatan dalam negeri akhir bulan lalu.

Menurut otoritas setempat, vaksin itu akan membantu pemerintah mengendalikan penyebaran covid-19 di tengah berbagai hambatan impor akibat sanksi ekonomi Amerika Serikat. "Ada beberapa kemajuan pada vaksin buatan luar negeri dan dalam negeri," kata Rouhani seraya menyebutkan tiga vaksin buatan Iran, yaitu Barekat, Pasteur, dan Razi, akan mulai diuji coba pada musim semi dan musim panas tahun ini.

Beberapa vaksin itu dibuat lewat kerja sama dengan pihak asing. Otoritas di Kuba pada awal Januari meneken perjanjian dengan Iran untuk alih teknologi pengembangan vaksin. Kuba juga akan menggelar uji klinis tahap terakhir pada vaksinnya di Iran.

Iran dan Kuba merupakan dua negara yang kena sanksi AS sehingga keduanya kerap kesulitan untuk membangun hubungan dagang dengan perusahaan farmasi asing. Walaupun demikian, Iran bergabung dalam skema pengadaan vaksin global, COVAX, yang bertujuan mengamankan persediaan vaksin untuk negara-negara miskin.

Data Pemerintah Iran menunjukkan hampir 1,37 juta orang terserang covid-19 dan 57.300 di antara mereka meninggal dunia. Namun dalam beberapa minggu terakhir, kasus positif baru mulai turun.

Jumlah korban jiwa juga turun dalam waktu 24 jam terakhir dari 69 jadi 24 orang pada Sabtu, kata Kementerian Kesehatan. Angka itu merupakan kasus kematian terendah sejak 5 Juni 2020. (Ant/OL-14

Baca Juga

Dok. Biro Pers dan Media Kepresidenan

Jokowi Tegaskan Indo-Pasifik bukan Arena Adu Senjata

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 17:14 WIB
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam KTT ASEAN-Australia ke-1, yang berlangsung secara virtual pada...
AFP/Andrew Harnik.

AS Kecam Israel Atas Pembangunan Baru di Tepi Barat

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 14:45 WIB
Reaksi itu muncul setelah empat tahun di bawah Donald Trump, Amerika Serikat memberikan lampu hijau untuk aktivitas Israel di tanah...
Taiwan

Tiongkok Sebut Taiwan Tak Punya Hak Bergabung dengan PBB

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 14:42 WIB
Menlu AS Antony Blinken mendesak pernyertaan yang lebih besar dari Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri di lembaga-lembaga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya