Sabtu 23 Januari 2021, 14:00 WIB

WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Ferdian Ananda Majni | Internasional
WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Ilustrasi
Meski banyak yang sudah sadar memakai masker, banyak pula orang yang tetap menolak meski tahu bahaya covid-19.

 

WHO kembali menjelaskan dalam panduan tentang penggunaan masker. Menurut WHO, bukti ilmiah makin mendukung efektivitas pemakaian masker untuk mencegah infeksi virus saluran pernapasan, termasuk Covid-19. Masker akan membantu menghentikan penyebaran virus lewat percikan (droplet) bersin dan batuk.

"Bahkan, masker yang baik kualitasnya akan melindungi dari micro droplet atau percikan yang sangat kecil yang dapat melayang di ruangan sempit berventilasi buruk atau penyebaran terbatas secara aerosol,” kata Juru Bicara Pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro, Sabtu (23/1).

Baca juga: Belajar Penanganan Covid-19 dari Jepang, Singapura, dan Nigeria

dr. Reisa menyebut WHO menganjurkan masyarakat untuk memakai secara disiplin, di antaranya adalah pada di situasi-situasi berikut ini:

1. Di dalam ruangan yang ventilasinya diketahui tidak baik dan upaya penjagaan jarak minimal 1 meter tidak dapat dilakukan;

2. Di dalam rumah saat ada tamu dari luar rumah, ventilasi diketahui tidak baik, dan penjagaan jarak fisik minimal 1 meter tidak dapat dilakukan.

3. Di luar rumah pada saat jaga jarak fisik minimal 1 meter tidak dapat dilakukan; serta

4. Di daerah di mana diketahui atau diduga terjadi transmisi sporadis sars-cov-2 atau tidak ada transmisi SarsCov-2 yang terdokumentasi atau yang kita kenal sebagai daerah kuning dan hijau, pemakaian masker tetap disarankan dengan pertimbangan menekan risiko ke tingkat terendah.

Selain itu, WHO menyarankan kewajiban menggunakan masker bagi orang yang lebih berisiko mengalami komplikasi berat, seperti orang berusia lebih kurang 60 tahun dan orang yang memiliki kondisi penyerta yang kita kenal dengan orang dengan komorbid seperti penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, penyakit paru kronis, kanker, penyakit serebrovaskular, atau imunosupresi.

Baca juga: AstraZeneca Umumkan Pasokan Vaksin ke Eropa Berkurang

“WHO juga menekankan masyarakat harus mengikuti instruksi memakai, melepas, dan membuang masker medis dan mengikuti semua langkah tambahan, terutama etiket bersin dan batuk (dengan menutup dengan siku bagian dalam), sering membersihkan tangan, dan menjaga jarak fisik minimal 1 meter dengan orang lain,” pesan dr. Reisa.

Jika pada praktiknya masker medis tidak tersedia, maka masker kain yang memenuhi spesifikasi, yaitu masker tiga lapis diperbolehkan untuk digunakan. Memakai masker dan kombinasi jaga jarak serta mencuci tangan akan menurunkan risiko penularan drastis sampai ke tingkat terendah. (OL-6)
 

Baca Juga

AFP/Andrew Harnik.

AS Kecam Israel Atas Pembangunan Baru di Tepi Barat

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 14:45 WIB
Reaksi itu muncul setelah empat tahun di bawah Donald Trump, Amerika Serikat memberikan lampu hijau untuk aktivitas Israel di tanah...
Taiwan

Tiongkok Sebut Taiwan Tak Punya Hak Bergabung dengan PBB

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 14:42 WIB
Menlu AS Antony Blinken mendesak pernyertaan yang lebih besar dari Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri di lembaga-lembaga...
AFP

11 Orang Tewas dalam Serangan di Irak

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 14:16 WIB
Serangan terhadap Al-Rashad di provinsi Diyala menyebabkan 11 tewas dan 13...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya