Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, usai dilantik, Rabu (20/1), menandatangani serangkaian perintah eksekutif, termasuk memutuskan kembali ke kesepakatan iklim Paris serta kewajiban memakain masker di semua gedung pemerintah.
Perintah eksekutif itu juga mencakup mempertahankan AS di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengakhiri larangan masuk bagi warga negara mayoritas muslim, meningkatkan perlindungan bagi lingkungan hidup, dan meningkatkan upaya memerangi covid-19.
Hal lain yang masuk dalam perintah eksekutif itu adalah menghentikan pembanginan tembok di perbatasan AS-Meksiko serta meningkatkan keberagaman dan kesejajaran bagi kelompok minoritas di pemerintahan.
Baca juga: Biden Ingin Keadilan Akan Ditegakkan Untuk Kemenangan Demokrasi
Perintah eksekutif itu bertujuan mengakhiri kebijakan-kebijakan yang diambil pendahulunya, Donald Trump, dan memberikan arahan yang jelas bagi pemerintahan AS yang baru.
"Beberapa hal yang akan kita lakukan akan sangat jelas," ujar Biden.
"Kita akan memerangi perubahan iklim dengan cara yang sebelumnya tidak pernah kita lakukan," imbuhnya mengenai kembalinya AS ke Kesepakatan Paris, kesepakatan yang ditandatangani mayoritas negara di dunia pada 2016 untuk membatasi pemanasan global.
Biden menegaskan langkah-langkah yang diambilnya untuk menghadapi pandemi covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 400 ribu warga AS, akan membantu mengubah jalur krisis di negara itu.
Keputusan Biden untuk mengembalikan AS ke Kesepakatan Paris disambut oleh para pemimpin dunia lainnya.
"Selamat datang kembali," ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Kita kini bersama. Kita akan semakin kuat menghadapi tantangan yang ada. Semakin kuat membangun masa depan. Semakin kuat dalam melindungi planet kita," imbuhnya.
Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyambut keputusan Biden itu dengan mengatakan itu adalah langkah besar bagi negara penghasil polusi karbon terbesar dunia itu.
"Kami menantikan kepemimpinan AS dalam mempercepat upaya global menuju emisi nol," kata Guterres. (AFP/OL-1)
Peneliti Cornell University merilis peta global yang mengungkap 70% emisi lahan pertanian berasal dari sawah padi dan pengeringan lahan gambut.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Ilmuwan temukan fakta mengejutkan dari fosil telinga ikan: rantai makanan terumbu karang menyusut drastis akibat aktivitas manusia. Simak dampaknya!
Yosep meneliti pengetahuan, sikap, dan praktik anak muda terkait perubahan iklim. Temuannya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia masih sekitar 50 persen.
Studi terbaru Smithsonian mengungkap ekosistem terumbu karang modern kehilangan kompleksitas ekologi dibandingkan 7.000 tahun lalu. Rantai makanan kini memendek drastis.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved