Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Dolar AS menguat dalam perdagangan tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekhawatiran tentang jenis baru virus korona yang mengamuk di Inggris menyebabkan penguncian dan pembatasan perjalanan yang mengurangi optimisme tentang RUU stimulus AS yang disahkan Kongres.
Selera risiko terpukul, ketika saham-saham AS jatuh kecuali untuk Nasdaq, dan surat utang AS menguat. Mata uang yang terkait dengan selera risiko yang lebih tinggi seperti dolar Australia dan Selandia Baru juga melemah terhadap greenback.
‘’Momentum, posisi pasar, dan kecenderungan di pasar opsi semua memperingatkan risiko koreksi positif dolar, sekalipun waktu yang tepat sulit untuk diprediksi,’’ kata Marc Chandler, kepala strategi pasar, di Bannockburn Global Forex di New York.
‘’Pada saat yang sama, pandemi di Eropa, lockdown, dan pendekatan yang tampaknya kurang agresif terhadap vaksin, termasuk pemesanan menunjukkan kuartal pertama yang suram pada 2021,’’ tambahnya.
Data Selasa (22/12/2020) lebih lemah dari yang diharapkan, dengan penjualan rumah yang telah ada atau existing home di AS turun lebih dari yang diharapkan pada November dan indeks kepercayaan konsumen lebih rendah dari perkiraan. Laporan AS yang lemah memperkuat reli dolar.
Sementara itu, paket bantuan covid-19 senilai 892 miliar dolar AS yang disahkan oleh Kongres sedang menunggu persetujuan Presiden Donald Trump untuk menjadi undang-undang. Beberapa analis mengatakan bahwa paket bantuan sudah diperhitungkan pasar dan oleh karena itu dampaknya kecil.
Investor secara keseluruhan tetap khawatir tentang varian baru virus corona bahkan ketika para ahli medis berusaha meredakan kekhawatiran tentangnya.
Baca juga :Aktivis HAM Pakistan Ditemukan Tewas di Toronto
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS mengatakan pada Selasa (22/12) bahwa varian baru virus korona belum terdeteksi di Amerika Serikat, sementara Menteri Kesehatan Alex Azar mengatakan kepada Fox News vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna, yang menerima otorisasi penggunaan darurat AS bulan ini, harus efektif dalam mencegah penyakit dari varian baru virus.
Dalam perdagangan sore, indeks dolar naik 0,6 persen menjadi 90,675, ketika euro turun 0,7 persen menjadi 1,2156 dolar. Dolar juga naik 0,4 persen terhadap yen menjadi 103,70 yen.
Sterling tergelincir terhadap dolar, turun 0,9 persen menjadi 1,3350 dolar. Sterling juga tergelincir terhadap euro, turun 0,1 persen pada 91,03 pence per euro.
Dolar Australia turun 0,8 persen menjadi 0,7525 dolar AS. Dolar Selandia Baru kehilangan 0,7 persen menjadi 0,7044 dolar AS.
‘’Saya masih berpikir dolar akan tetap berada di bawah tekanan signifikan untuk paruh pertama tahun depan. Kami memiliki ekuitas AS yang dinilai terlalu tinggi dan terlalu mahal,’’ kata Ronald Simpson, direktur pelaksana, analisis mata uang global di Action Economics di Florida.
‘’Setelah covid-19 mereda, akan ada lebih banyak peluang di pasar negara berkembang,’’ tambahnya.(Ant/OL-2)
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved