Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
AUSTRALIA meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menyelidiki tarif Tiongkok atas impor jelai atau serealia. Kabar itu diungkapkan Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham.
Sikap otoritas Australia menyusul adanya tarif tambahan dari Tiongkok sebesar 80% untuk impor Barley asal Australia. Kebijakan itu dinilai tidak mendasar dan tanpa bukti kuat. Tindakan serupa juga dapat menyasar sektor lain.
Hubungan Australia-Tiongkok berada pada titik terendah sejak tragedi Lapangan Tiananmen 1989. Diketahui, Tiongkok menerapkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap produk Australia.
Baca juga: Tiongkok Diminta Hentikan Impor Bahan Baku Kapas Australia
"Kami sangat yakin bahwa berdasarkan bukti, data dan analisis yang telah kami kumpulkan, Australia memiliki kasus yang sangat kuat," tegas Birmingham.
Nilai ekspor jelai Australia ke Tiongkok tercatat US$1 miliar per tahun. Bahan pokok tersebut kerap digunakan dalam pembuatan bir. Kalangan ekonom memandang Tiongkok berupaya membatasi impor jelai dari Australia sejak 2018.
Negeri Tirai Bambu hanya memproduksi sekitar 20% jelai dari total kebutuhan domestik. Bisa dikatakan Tiongkok tergantun pada jelai impor.
Akan tetapi, dampak perselisihan sengit antara Canberra dan Beijing memicu kekhawatiran bahwa tindakan itu bermotif politik. Setiap perselisihan dianggap sebagai masalah teknis.
Baca juga: Australia Tawarkan Suaka Bagi Warga Hong Kong, Tiongkok Geram
Di lain sisi, banyak pihak yang menganggap sanksi dari Tiongkok ialah pembalasan untuk Australia. Mengingat, Australia gencar melawan pengaruh Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.
Setidaknya, 13 sektor produk asal Australia sudah dikenakan tarif dari otoritas Tiongkok. Termasuk, jelai, daging sapi, batu bara, tembaga, kapas, lobster, gula, kayu, hingga anggur.
Awalnya, Australia enggan membawa perselisihan bilateral ke WTO. Sebab, mereka khawatir proses penyelesaian memakan waktu bertahun-tahun. Berikut, berpotensi memperburuk hubungan dengan Tiongkok.(CNA/OL-11)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut risiko serangan AS ke Iran tidak hanya berasal dari sentimen pasar tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved