Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPEL yang dikumpulkan dari asteroid tiba di Bumi pada Minggu (6/12) setelah dijatuhkan oleh pesawat angkasa luar Jepang Hayabusa-2.
Kapsul yang membawa sampel tersebut memasuk i atmosfer sebelum pukul 02.30 waktu Jepang, menciptakan bola api seperti bintang
jatuh saat memasuki atmosfer Bumi.
Staf Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang berseri-seri dan bertukar sentuhan tinju dan siku di pusat komando badan tersebut di Sagamihara, dekat Tokyo.
“Luar biasa.... Bola api yang indah dan sangat mengesankan,” kata Manajer Proyek Hayabusa-2 Yuichi Tsuda dari pusat komando di Sagamihara.
“Aku telah menunggu hari ini selama enam tahun.”
Beberapa jam kemudian, badan antariksa Jepang Jaxa mengonfi rmasi bahwa sampel telah ditemukan. “Kami menemukan kapsulnya! Bersama dengan parasutnya! Wow!” kicau akun Twitter misi tersebut. Kapsul itu ditemukan di gurun Australia dan sekarang akan diproses sebelum dikirim ke Jepang.
Sampel tersebut dikumpulkan oleh Hayabusa-2 yang diluncurkan pada 2014 dari asteroid Ryugu, sekitar 300 juta kilometer dari Bumi.
“Ryugu sangat istimewa karena dianggap jenis asteroid yang berasal dari meteorit berkarbon,” kata Dr Eleanor Sansom, ilmuwan planet dan manajer proyek Jaringan Bola Api Gurun di Universitas Curtin, awal pekan ini. “Jika sampel Hayabusa-2 cocok dengan meteorit berkarbon ini, mereka mungkin mengandung asam amino bahan penyusun kehidupan.”
Profesor Masaki Fujimoto dari Jaxa mengatakan sampel asteroid dapat membantu menjawab pertanyaan mendasar; bagaimana air dan
kehidupan selanjutnya dimulai di Bumi? “Bumi terbentuk dekat dengan matahari sehingga terbentuk kering,” ujarnya.
Menteri Sains dan Teknologi Australia Karen Andrews mengatakan pendaratan yang sukses merupakan pencapaian luar biasa bagi Australia, yang memainkan peran pendukung bagi JAXA.
Wahana antariksa tersebut mengumpulkan debu permukaan dan bahan murni dari bawah permukaan. Materi yang dikumpulkan dari asteroid itu diyakini tidak berubah sejak alam semesta terbentuk. (Nur/AFP/TheGuardian/I-1)
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Pengamatan terbaru teleskop James Webb ungkap permukaan bulan-bulan kecil Uranus yang lebih merah, lebih gelap, dan miskin air dibandingkan satelit besarnya, serta menemukan satu bulan baru.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Oktober 2025 jadi bulan penuh pesta kosmik dengan beragam fenomena langit setiap malam.
NASA mengumumkan menemukan 6.000 eksoplanet dalam waktu tiga dekade penelitian terhadap dunia di luar tata surya.
Keberhasilan peluncuran Satelit Nusantara Lima (SNL) menandai langkah penting Indonesia dalam memperkuat kapabilitas dan kredibilitasnya sebagai pemain utama di industri antariksa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved