Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PESAWAT luar angkasa milik Jepang, Hayabusa-2, saat ini tengah dalam perjalanan pulang setelah enam tahun berada di angkasa luar. Sebelumnya, pesawat itu diluncurkan pada Desember 2014 dan mengumpulkan materi dari asteroid yang berjarak sekitar 300 juta km dari Bumi.
Namun, tampaknya pekerjaan Hayabusa-2 belum berakhir sebab para ilmuwan dari badan antariksa Jepang, Japan Aerospace Explorati on Agency (Jaxa) kini berencana untuk memperpanjang misinya selama lebih dari satu dekade dan menargetkan dua asteroid baru.
Sebelum misi tersebut dapat dimulai, Hayabusa-2 harus mengirimkan sampel dari asteroid Ryugu.
Para ilmuwan berharap, kapsul tersebut akan berisi sekitar 0,1 gram bahan yang akan memberikan petunjuk tentang seperti apa tata surya saat lahir sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.
“Sampel tersebut dapat menjelaskan bagaimana materi tersebar di sekitar tata surya, mengapa dia ada di asteroid, dan bagaimana hubungannya dengan Bumi,” kata manajer proyek Yuichi Tsuda kepada wartawan.
Sampel itu berada dalam kapsul yang akan terpisah dari Hayabusa-2 saat berada sekitar 220 ribu km di atas Bumi dan kemudian jatuh ke gurun selatan Australia. Benda tersebut dikumpulkan selama dua fase penting dari misi tahun lalu.
“Kita mungkin bisa mendapatkan zat yang akan memberi petunjuk tentang kelahiran sebuah planet dan asal mula kehidupan. Saya sangat tertarik untuk melihat zat tersebut,” kata manajer misi Makoto Yoshikawa.
Setelah mendarat, sampel akan dikumpulkan, diolah, dan diterbangkan ke Jepang. Separuh materi akan dibagikan antara Jaxa, badan antariksa AS NASA, dan organisasi internasional lainnya, sedangkan sisanya disimpan untuk studi di masa depan seiring dengan kemajuan yang dibuat dalam teknologi analisis.
Setelah melepaskan sampelnya, Hayabusa-2 akan menyelesaikan serangkaian orbit mengelilingi matahari selama sekitar enam tahun, merekam data debu di ruang antarplanet, dan mengamati eksoplanet. Dia kemudian akan mendekati asteroid target pertama pada Juli 2026.
Pesawat itu tidak akan sedekat itu dengan asteroid bernama 2001 CC21, tetapi para ilmuwan berharap, Hayabusa-2 bisa memotret asteroid bernama 2001 CC21 saat menyelesaikan ayunan kecepatan tinggi. Misi itu juga dapat membantu mengembangkan pengetahuan tentang cara melindungi Bumi dari dampak asteroid. (Aiw/CNA/I-1)
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Astronom temukan awan gas logam raksasa yang menyelimuti bintang serupa Matahari. Diduga berasal dari tabrakan antarplanet yang dahsyat.
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Pengamatan terbaru teleskop James Webb ungkap permukaan bulan-bulan kecil Uranus yang lebih merah, lebih gelap, dan miskin air dibandingkan satelit besarnya, serta menemukan satu bulan baru.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved