Sabtu 05 Desember 2020, 01:00 WIB

Hayabusa-2 Bawa Debu Asteroid ke Bumi

Hayabusa-2 Bawa Debu Asteroid ke Bumi

wikipedia
Pesawat luar angkasa milik Jepang, Hayabusa-2

 

PESAWAT luar angkasa milik Jepang, Hayabusa-2, saat ini tengah dalam perjalanan pulang setelah enam tahun berada di angkasa luar. Sebelumnya, pesawat itu diluncurkan pada Desember 2014 dan mengumpulkan materi dari asteroid yang berjarak sekitar 300 juta km dari Bumi.

Namun, tampaknya pekerjaan Hayabusa-2 belum berakhir sebab para ilmuwan dari badan antariksa Jepang, Japan Aerospace Explorati on Agency (Jaxa) kini berencana untuk memperpanjang misinya selama lebih dari satu dekade dan menargetkan dua asteroid baru.

Sebelum misi tersebut dapat dimulai, Hayabusa-2 harus mengirimkan sampel dari asteroid Ryugu.

Para ilmuwan berharap, kapsul tersebut akan berisi sekitar 0,1 gram bahan yang akan memberikan petunjuk tentang seperti apa tata surya saat lahir sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

“Sampel tersebut dapat menjelaskan bagaimana materi tersebar di sekitar tata surya, mengapa dia ada di asteroid, dan bagaimana hubungannya dengan Bumi,” kata manajer proyek Yuichi Tsuda kepada wartawan.

Sampel itu berada dalam kapsul yang akan terpisah dari Hayabusa-2 saat berada sekitar 220 ribu km di atas Bumi dan kemudian jatuh ke gurun selatan Australia. Benda tersebut dikumpulkan selama dua fase penting dari misi tahun lalu.

“Kita mungkin bisa mendapatkan zat yang akan memberi petunjuk tentang kelahiran sebuah planet dan asal mula kehidupan. Saya sangat tertarik untuk melihat zat tersebut,” kata manajer misi Makoto Yoshikawa. 

Setelah mendarat, sampel akan dikumpulkan, diolah, dan diterbangkan ke Jepang. Separuh materi akan dibagikan antara Jaxa, badan antariksa AS NASA, dan organisasi internasional lainnya, sedangkan sisanya disimpan untuk studi di masa depan seiring dengan kemajuan yang dibuat dalam teknologi analisis.

Setelah melepaskan sampelnya, Hayabusa-2 akan menyelesaikan serangkaian orbit mengelilingi matahari selama sekitar enam tahun, merekam data debu di ruang antarplanet, dan mengamati eksoplanet. Dia kemudian akan mendekati asteroid target pertama pada Juli 2026.

Pesawat itu tidak akan sedekat itu dengan asteroid bernama 2001 CC21, tetapi para ilmuwan berharap, Hayabusa-2 bisa memotret asteroid bernama 2001 CC21 saat menyelesaikan ayunan kecepatan tinggi. Misi itu juga dapat membantu mengembangkan pengetahuan tentang cara melindungi Bumi dari dampak asteroid. (Aiw/CNA/I-1)
 


 

Baca Juga

AFP

Trump Tinggalkan 'Wasiat' untuk Biden

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:52 WIB
Trump tidak memasuki Oval Office tetapi meninggalkan pesan pada seorang ajudan sebelum meninggalkan kediaman eksekutif sekitar pukul 8...
AFP/Brendan Smialowski

Jelang Biden Dilantik, Mahmakah Agung AS Diancam Diledakkan

👤Widhoroso 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:32 WIB
Gedung Mahkamah Agung AS dapat ancaman bom....
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pabrik Tempe Pertama RI Resmi Dibangun di Tiongkok

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:01 WIB
Pabrik tempe tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di Tiongkok yang dikatakan cukup besar untuk mendapatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya